Berat


Saya ingin menulis sekilas saja tentang pengalaman saya sendiri. Bukan untuk menyombongkan diri, namun untuk berbagi. Sungguh, jika di dalam tulisan ini pada akhirnya kalian temukan saya yang sok sombong dan sok perfect, mohon tanpa sungkan mengingatkan. Jika ada kebaikan, silakan diambil, jika ada keburukan maka ambil saja sebagai pelajaran. Jika ada dagelan alias guyonan, maka memang seperti itulah aslinya saya. Suka bercanda dalam situasi tertentu. Silakan membaca, dilihat saja juga oke buat saya. Ini adalah flashback perjalanan sebelum pernikahan saya. Ecieehhh… sok ngartis dikit yah, Bang!🙂

Januari 2014

Setelah sekitar 7 tahun hidup dalam perantauan, keputusan untuk balik kampung itu akhirnya terwujud, terpaksa untuk terwujud lebih tepatnya karena beberapa sebab. Berbekal ilmu dari kota saya menjalani hari-hari di kampung halaman saya sendiri. Tidak banyak yang istimewa. Tidak banyak hal yang bisa saya lakukan untuk kebaikan tempat tinggal saya, dan saya sempat merasa bahwa 7 tahun yang saya habiskan untuk menuntut ilmu di tempat orang bagaikan kesia-siaan saat saya berada di “habitat” saya semenjak kecil. Hampir-hampir saja saya putus asa. Akhirnya saya hanya menghabiskan waktu saya untuk melakukan aktivitas rumahan dan mengunjungi beberapa kerabat. Tentu saja dengan segudang pertanyaan mengapa dan kapan yang sangat memuakkan telinga.

“Kenapa enak-enak di Surabaya malah pulang?”

“Sudah lulus ya enak. Terus kapan nikah? Itu teman SD mu sudah banyak yang momong anak-anaknya”

Fine! Hidup saya tidak akan pernah bisa disamakan dengan hidup orang kebanyakan. Pilihan dan keputusan saya tidak akan pernah bisa disamakan dengan mereka, karena kami menghadapi masalah hidup yang tidak sama, pun isi otak yang tak lagi sama. Namun kesukaan manusia kebanyakan adalah membanding-bandingkan dan menyama-nyamakan.

Pertanyaan-pertanyaan di atas sedikit mengusik pikiran saya, bahkan sempat saya berpikir untuk menikah saja, meskipun dengan orang yang tidak berhaluan sama dengan saya. (Asal dapet laki kali ya..hahaha). Bayangkan jika kamu menikah dengan orang yang tidak punya visi dan misi yang sama denganmu! Kamu tahu bagaimana perjalanan pernikahannya? 100% kacau! Kolot! Pikiran kolot itu setidaknya pernah terlintas dalam benak saya. Saking tertekannya barangkali. Hahaha… (jujur saja saya tidak bisa menahan tawa. Ups..semoga ini tidak lucu bagi kalian).

Ah, sudahlah! Akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengambil pusing setiap pertanyaan yang membuat hati saya justru semakin tidak nyaman. Hari-hari di bulan Januari masih terus berjalan, sesekali hujan lebat, rintik, dan tak jarang bumi dimana saya tinggal masih sering disinari matahari. Iya, Januari menjadi bulan berat bagi saya. Selain saya merasa lebih banyak waktu yang tidak berkualitas, cuaca pun juga terkadang membuat hari-hari semakin berat. Berat meninggalkan Surabaya, kota yang membuat saya menemukan titik balik dalam memahami kehidupan, berat karena merindukan kesibukan saya tatkala di Surabaya, dan berat karena saya harus berhadapan dengan realitas kehidupan masyarakat sekitar saya yang semakin berantakan. It’s so hard for me to face a real life here.

tumblr_m01pikrzbg1r08qs8o1_500

Beban berat inilah yang semakin lama semakin mengikis hasrat saya untuk menyegerakan diri menuju pernikahan dengan menolak setiap tawaran perkenalan beberapa teman. Ah, bukan saya sok laku, tapi memang kedengarannya memang saya sok laku. LoL. Padahal usia sudah bukan remaja lagi, hanya tanggung jawab moral yang belum tertunaikan menjadikan saya menunda dan menunda, meski saya tahu keputusan itu tak sepenuhnya keputusan yang tepat. Saya tak mencari, pun tidak tartarik pada hal yang berhubungan dengan pencarian belahan jiwa. Urusan ini saya serahkan padaNya, dengan kepasrahan yang sempurna, dengan harapan ia akan datang pada saat yang tepat, dan yang jelas bukan pada bulan-bulan seperti ini.

Oke, jujur saja. Saya ingin menikah di tahun 2015, di saat saya merasa benar-benar sudah siap dengan versi saya.

Januari pun berakhir, saya mulai menata diri, sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah, perlahan-lahan, karena kehidupan terus berjalan. Dan langkah saya semakin mantap: Saya akan memikirkan pernikahan tahun 2015!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s