Zaman Terbalik


Kita sedang hidup di zaman yang benar sering disalahkan, yang salah sering dibenarkan. Pun tak jarang orang mau beragama dengan benar dianggap aneh, beragama asal-asalan dianggap wajar.

Zaman ini -dengan sistem pengaturan hidupnya- hanya mengajarkan manusia pada beberapa hal: egoisme, fanatisme dunia, kompetisi harta, gila wanita, gila kuasa, dan tidak tahu malu.

Dan parahnya, zaman ini tidak akan pernah berganti hingga manusia memiliki kesadaran untuk mengubahnya. Bolehlah kita sedikit mengingat firman Allah ta’ala:

“….Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (Ar-Ra’du : 11)

dan jika manusia sudah teramat puas dengan kehidupan yang sangat mengerikan seperti saat ini, diam saja, nikmati saja, dan menunggu saja hingga kita sebagai manusia menjadi korban atasnya.

Maka hidup itu selalu dihadapkan pada pilihan. Memilih untuk berdiam diri dan tergilas dengan kerasnya zaman, atau mengubah satu zaman yang tengah menjerumuskan manusia pada nafsu hewan seperti saat ini.

Ya, kita sedang hidup di zaman terbalik. Agar tidak terus berada dalam posisi terbalik, haruslah ada upaya untuk membalik.

Semoga kalian paham dengan filosofi ini..

Surabaya, 2 Maret 2015

Meyra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s