Masa Hidup Kita Berakhir pada Sebuah Tanda Tanya


Di dunia ini banyak hal yang tidak bisa diprediksi, dan salah satunya adalah kematian itu sendiri. Ujung dari seluruh kesibukan dunia yang bahkan setiap orang tidak pernah bisa menebaknya. Akankah berakhir dengan cara yang baik, atau sebaliknya. Kalian mau tidak mau harus setuju dengan pernyataan ini. Kalau tetap tidak setuju, coba tebak kapan masa hidupmu sendiri akan berakhir? Nah loh! Tentu canggih sekali jika kita bisa menebaknya. Oleh sebab itu, masa hidup kita berakhir dalam sebuah tanda tanya. Kita tidak tahu kapan, tidak pula tahu dalam kondisi seperti apa.

 Time

 

Well, Hidup itu Pilihan, Kawan!

Duhai, semboyan “hidup itu pilihan” sungguh pasaran. Itu semboyan lawas yang hingga sekarang masih suka diperdengarkan. Masuk telinga kanan, keluar lewat telinga kiri. Seperti kalimat basa-basi. Tapi, ajaib sekali masih banyak orang menggunakannya.

Manusia sendiri hidup selalu dihadapkan pada banyak pilihan. Menjadi baik atau menjadi buruk itu sepenuhnya pilihan manusia, bukan pilihan Tuhan. Ingatlah pesan Allah dalam firmanNya:

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan”[TQS. Al-Balad: 10]

Dan dalam setiap pilihan yang ditetapkan akan ada konsekuensi plus risikonya sendiri-sendiri. Pilihan baik terasa berat pada awalnya, namun mudah pada akhirnya. Sebaliknya, pilihan buruk mudah awalnya, sengsara pada akhirnya. Pilihan-pilihan inilah yang akan menentukan bagaimana cara manusia menjemput akhir hidupnya yang masih serba tanda tanya. Jika ingin menjemput akhir hidup dengan cara baik, pilihannya pun harus yang baik-baik.Well, semua itu serba pilihan! Salah memilih hanya akan berakhir dengan penyesalan. Tidak percaya? Boleh dicoba! J

Lihatlah diri! Jika masih merasa belum baik, maka segera perbaiki. Kapan? Sekarang juga! Sebelum ajal terlanjur menyapa, sebelum penyesalan tiada tara.

Ramadhan; Waktu Terbaik Memulai Perubahan

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi (ramadhan) dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan” [TQS. Ad-Dukhaan: 3]

Ramadhan adalah satu-satunya bulan yang di dalamnya Allah turunkan berkah yang luar biasa untuk manusia. Tidak ada bulan seistimewa bulan ramadhan. Pada bulan ini ibadah manusia dilipat-gandakan, pintu-pintu surga dibukakan untuk orang-orang yang beriman, doa-doa dikabulkan, dan bulan pertama kali Qur’an diwahyukan pada Rasulullah Saw.

Pada bulan ini pula lantunan ayat suci diperdengarkan di setiap surau dan masjid. Bahkan dirumah-rumah pun terdengar hingga aneh sekali jika hati ini tidak tersentuh dengan ayat-ayat suci Allah. Ramadhan adalah alarm perbaikan bagi manusia. Tentu hanya manusia yang mau berpikir. Bagaimana yang tidak berpikir? Lupakan saja! Namanya juga orang tidak mau berpikir, kenapa harus kita yang mikir?

Selamat menikmati ramadhan. Semoga ini menjadi bulan perbaikan iman, menjadi momentum untuk menggunakan semua kesempatan dan kenikmatan untuk bersyukur padaNya, berserah diri terhadapNya, ridha dengan semuaNya sehingga kita bisa menjadi manusia-manusia yang bisa menjemput akhir hidup dengan senyum kemenangan. Ya, kemenangan dalam tidak menyia-nyiakan kesempatan dari Tuhan.

Hidup itu pilihan. Dan alangkah bijak jika kita dewasa dalam menentukan pilihan.

 Ditulis untuk disebarkan ke adek-adek SMP dan SMA, bebas copy, bebas baca..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s