Pelajar Mesum, Tanggung Jawab Siapa?


Masih ingat video asusila yang dilakukan pelajar sebuah SMP Negeri di Jakarta? Ini bukan yang pertama, namun sudah kesekian kalinya. Tidak hanya pelajar, namun guru, artis, dan masih banyak lagi deretan pelaku video mesum yang ada di negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini.

Ilustrasi gambar, bukan dari dok.Meyra sendiri

Ilustrasi gambar, bukan dari dok.Meyra sendiri

Why and Why

Kita tentu mempertanyakan, atau barangkali belum pernah sekalipun mempertanyakan mengapa terjadi hal yang semacam ini.

Kita harus jujur, sejauh ini upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan seks bebas belum sepenuhnya optimal. Kenapa hal ini bisa terjadi? Salah satunya karena tidak ada sanksi tegas yang menjadikan pelaku tidak jera untuk mengulangi kesalahan yang sama.

Agama seakan tidak dipedulikan. Pacaran jaman sekarang menjadi suatu kelumrahan, bukan lagi kemaksiatan. Hal ini terjadi karena merosotnya pemahaman terhadap agama di kalangan remaja. Makin parah, orang tua juga seakan tidak merasa berdosa membiarkan anaknya pacaran.

Sistem pendidikan tidak menyuasanakan remaja untuk berkepribadian Islam dengan menjadikan basis pengetahuan terpisah dengan agama. Bahkan sistem pendidikan disadari atau tidak menanamkan nilai liberalisme, yang memberikan pembenaran pada kebebasan remaja.

Sungguh, Islam telah melarang untuk mendekati zina apalagi melakukannya. Mendekati saja dosa, apalagi melakukannya.

“Dan jangalah kamu mendekati zina: sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yg keji. Dan suatu jalan yg buruk” (QS.17:32)

Disinilah seharusnya peran negara, masyarakat dan orang tua menanamkan syariat Islam sedini mungkin. Orang tua wajib memenuhi kebutuhan anaknya dan wajib mengajarkan serta membentuk pribadi anak yang paham dan taat pada aturan Allah. Masyarakat wajib mengawasi dan mencegah terjadinya kemaksiatan. Karena jika 1 kemaksiatan tejadi sama halnya dengan merusak tatanan sosial dan mengundang kemurkaan dari Allah.

“Jika telah nampak zina dan riba di satu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu tlh menghalalkan bagi diri mereka azab Allah.” (HR. Hakim)

Negara seharusnya menutup semua jalan yang bisa menyebabkan remaja melakukan tindakan asusila, seperti menutup akses terhadap video ataupun gambar porno. Negara seharusnya mengkondisikan rakyatnya agar terjaga kehormatannya. Negara juga wajib menegakkan hukum yang tegas agar akhlak masyarakat terjaga dan memberikan efek jera pada pelakunya. Dengan begini, insyaallah kasus video mesum dan bentuk kemaksiatan serupa akan berkurang, bahkan tidak akan terulang. Semua itu akan bisa terwujud jika keluarga, masyarakat, dan negara menerapkan Islam dalam kehidupannya, tidak hanya Islam yang diterapkan dalam lingkup individu semata. Dan ini menjadi tanggung jawab kita semua sebagai seorang muslim saat Islam belum tampak diterapkan di tengah-tengah masyarakat.

Wallahu ‘alam bi ash shawab.

Dila Ningrum, edited by Meyra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s