Ketidakpedulian


Ketidakpedulian manusia itu unik. Mereka tidak peduli pada hal-hal yang justru itu sangat berdampak pada kehidupan mereka di masa yang akan datang, namun begitu peduli hingga khawatir dengan sesuatu yang sifatnya jangka pendek dan

menengah. Ibarat mau bangun rumah, kita justru meributkan pernak pernik rumahnya, tanpa ribet dengan konsel rumah dan modelnya seperti apa.  Sesuatu yang sifatnya jangka pendek dan menengah itu dalam hal ini misalnya: nanti mau makan apa, nanti mau ambil jurusan apa, nanti kuliah lagi atau kerja, nanti kerja dulu atau nikah dulu, nanti punya anak berapa dsb.

3 Mahasiswa sedang menikmati suasana malam hari dan tidak memperhatikan posisi tempat sampah di sampingnya (dok.meyra)

3 Mahasiswa sedang menikmati suasana malam hari dan tidak memperhatikan posisi tempat sampah di sampingnya (dok.meyra)

Sementara satu hal yang sifatnya jangka panjang dan cukup signifikan adalah tentang: dunia ini berikutnya akan berwajah seperti apa? Seperti monster yang semakin lama semakin menyeramkan (hingga banyak orang yang tidak sudi lagi hidup di dunia ini), ataukah semakin hijau-kebiruan yang bisa mendamaikan dan menentramkan hati?

Tidak pernah berpikir sampai sejauh itu? Barangkali tingkat kepekaan kalian yang tidak pernah berpikir sampai sejauh ini hanya berada pada level 4 (dari range 1-10). Itu artinya masih di bawah rata-rata, alias tidak peduli.

Sederhana saja,

Jujurlah bahwa kita tidak sekalipun peduli negeri ini kelak akan dipimpin oleh siapa dan dengan aturan yang bagaimana,

pun tak peduli tetangga kita mau bertingkah seperti apa,

atau orang-orang miskin nanti akan tetap miskin ataukah jadi kaya

Jujurlah bahwa saat ini kita sudah sedikit maklum dengan kondisi remaja yang semakin hari semakin bebas,

Bebas pacaran seenaknya, bebas aborsi di mana saja, bebas konsumsi narkoba kapan saja…

dan kita hanya diam, tanpa sekalipun peduli, tanpa sekalipun membicarakannya, tanpa sekalipun mencari solusinya. Karena kita hanya peduli dengan nasib kita. Karena kita hanya peduli dengan kebaikan diri kita tanpa mau direpotkan dengan kemaksiatan yang orang lain lakukan.

Tidak ingatkah dengan hadist ini?

“Jika telah nampak zina dan riba di satu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan bagi diri mereka azab Allah.” (HR. Hakim)

Barangkali kita lupa,

bahwa diamnya kita atas segala kerusakan yang ada sama halnya kita berkontribusi atas hancurnya dunia.

Dan semua berawal dari ketidakpedulian kita dan terlalu dangkalnya cara pandang kita..

#ketidakpedulianItuMembunuh

Surabaya, 6-11-2013

One thought on “Ketidakpedulian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s