Belum Ada Larangan, Orang Tua Harus Waspadai Jenis Pemanis Buatan Aspartam!


Artikel ini pernah di muat pada situs Sorean.info
Jika terdapat kesamaan nama penulis dan isinya, semata-mata karena penulisnya juga sama. Namun, untuk keperluan publik dan kebaikan publik, akhirnya saya harus mempublish ulang di halaman saya sendiri.

Makanan manis merupakan makanan yang seringkali digemari anak-anak. Meski kandungan gula pada makanan banyak memberikan manfaat bagi tubuh anak, namun tidak sedikit tubuh anak akan memberikan respon negatif terhadap makanan manis yang dikonsuminya. Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah meneliti komposisi makanan yang akan diberikan pada buah hati mereka. Akan lebih baik tentunya jika makanan yang akan dikonsumsi oleh si buah hati merupakan makanan olahan sendiri, namun tentu orang tua juga tidak bisa menghindari produk-produk makanan instan ataupun jajajan khusus anak-anak mengingat produk-produk makanan tersebut seringkali tersedia di toko-toko kecil sekitar rumah atau seringkali produk tersebut iklannya termuat di televisi.

pemanis

Tidak bisa dipungkiri, mayoritas produk makanan manis seringkali tidak menggunakan pemanis makanan alami (gula/sukrosa). Di samping menyebabkan tingginya harga produksi yang akan berimbas pada mahalnya hasil olahan, pemanis alami juga rawan sebabkan gigi anak-anak menjadi keropos karena sebabkan plaque pada lapisan giginya. Secara medis pun, pemanis buatan bisa digunakan dengan batas-batas tertentu dan dengan syarat komposisi yang sudah terstandarisasi. Dengan kata lain, tidak semua produk yang menggunakan pemanis buatan berbahaya. Salah satu jenis pemanis buatan yang harus diwaspadai oleh orang tua ketika akan membeli makanan produksi pabrik yaitu pemanis buatan jenis aspartam (Aspartame).

Dalam sebuah situs kesehatan babyandkidallergies.com, disebutkan bahwa aspartam telah menyebabkan 75% dari semua reaksi makanan yang dilaporkan kepada FDA (Food and Drug Administration). Reaksi tersebut mulai dari pusing ringan hingga serangan pusing yang parah dan bahkan menyebabkan kematian. Gejala bisa terjadi secara tiba-tiba ataupun setelah proses pencernaan.

Dalam aspartam, setidak terdiri dari 3 jenis zat penyusun:
1. Asam aspartik (40%): asam jenis ini bisa menyebabkan kematian pada sel syaraf otak. Zat ini rentan untuk janin, anak-anak dan orang tua.
2. Fenilalanin (50%) : menyebabkan penyimpangan emosi dan depresi karena menurunkan sejumlah serotonin dalam otak.
3. Methanol (10%): merupakan jenis alkohol yang mematikan. Zat ini bisa menyebabkan sakit kepala, telinga berdengung, merasa lelah, dan rasa mual.

Dengan demikian, orang tua harus mulai waspada dengan bahan pemanis yang digunakan oleh produk pabrik. Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung pemanis buatan jenis ini karena tidak hanya untuk anak-anak, namun juga berbahaya untuk ibu hamil dan manula.

Di luar negeri sudah banyak larangan penggunaan aspartam sebagai pemanis buatan pada makanan, namun di Indonesia penggunaan aspartam sebagai pemanis buatan masih mendapat lampu hijau, dan ini artinya setiap orang tua harus ekstra waspada kepada semua jenis makanan yang mengandung aspartam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s