Perempuan dan Miss-missan


Perempuan saat ini seolah-olah menjadi barang yang berpotensi untuk diperjualbelikan. Kasus yang mengerikan baru saja terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Seorang siswi SMP mengaku menjual teman bahkan kakaknya sendiri ke lelaki hidung belang. Dia menjualnya dengan kisaran harga Rp500.000,00-Rp 750.000,00. Dengan penjualan tersebut, ia juga mengaku bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp 250.000,00 per transaksi. Gila! Siapa yang gila? Tentu dia, bukan saya!🙂

miss world

Perempuan memanglah perhiasan. Semakin dipermak semakin alamak. Lihat saja, betapa senyum menawannya perempuan begitu menggiurkan. Bahkan sekarang produk mobil ataupun produk keramik saja memanfaatkan ke-bohay-an perempuan untuk menarik konsumen. Perempuan memang luar biasa. Salah seorang guru olahraga pernah mengatakan bahwa keberadaan cheerleaders sebelum pertandingan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan hasrat bertanding para pemain. Perempuan semacam dopping gratis bagi mereka. Super sekali! #gayamarioteguhgoldenways.

Sekarang yang lebih piawai memoles bentuk eksploitasi perempuan atau bentuk perjualbelian perempuan adalah Miss World. Miss World mengelabuhi semua orang dengan menjadikan Brain and Beauty sebagai brand image-nya. Memang ini terlihat sangat parlente alias berwibawa. Namun, coba dech diamati, apa yang mereka pakai, apa yang mereka bawa, apa yang mereka gembar-gemborkan. Bahwa cantik sempurna itu dengan menggunakan produk kosmetik tertentu. Kecantikan hanya akan nampak dengan balutan busana bermode tertentu, dan dari buatan tertentu. Bahwa kecerdasan berikutnya hanyalah “pemanis”mereka. Jika kecerdasan diukur dari keluasan wawasan kebangsaan dan semisalnya,hampir semua perempuan juga bisa.

Ketimpangan terlihat dari semua level ujiannya yang lebih mengarah pada aspek penampilan dan penampilan. Kontes bikini, kontes cara berjalan, kontes cara tersenyum, dll. Lucunya, ada kaitan apa antara kontes bikini dengan kecerdasan dan berwawasan? Tidak ada sama sekali! Tak heran jika sponsor dariacara Miss-missan tersebut seringkali dari industry HP, kosmetik, busana,mobil, bank dsb. Dan dari acara ini, siapa yang paling diuntungkan? Pastilah pihak-pihak sponsor. Kontestan adalah penarik pelanggan, sementara yang menikmati keuntungan hanyalah para pemilik perusahaan.

Predikat cantik diperebutkan,tubuh perempuan sekali lagi dipamerkan. Kecantikan butuh pengakuan habis-habisan. Bukankah ini sama halnya membodohi perempuan?

Cantik ya cantik saja, tidak perlu diajang-ajangkan. Lha buat apa miss world kalau ujung-ujungnya hanya pembodohan terhadap kaum perempuan?

So, #tolakmissworld sebagai wujud cinta kita terhadap kaum perempuan.

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/siswi-smp-di-surabaya-jadi-mucikari-dan-jual-085410530.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s