Datang dan Pergi


Seorang gadis terpaku menatap deburan ombak. Perlahan ombak datang menggulung tinggi-tinggi, seakan ombak dihadapannya berhasrat melahap dan membawanya ke kerajaan laut yang maha dahsyat. Entah ombak membawa harapan palsu tentang bahagia atau membawa sebuah ketakutan tersendiri baginya. Ia merinding, takjub, kadang juga merasa nyinyir jikalau ombak itu benar-benar menyeret tubuhnya utuh-utuh. Ia menarik mundur tubuhnya, berusaha menghindari deburan ombak di atas daratan pasir yang diinjaknya.

come and go


Hap, berhasil menghindar. Bekas sapuan ombak masih terlihat jelas, lalu ia menginjaknya, menyengajakan diri membuat lubang jejak kaki. Ada buih yang berceceran di atas pasir yang disambangi ombak barusan. Ombak yang ganas pun meninggalkan bekasnya pada pasir. Pasir hanya bisa terdiam, tanpa banyak mengeluh saat sang ombak menghampirinya, memaksanya untuk tetap tinggal di tempat atau ikut bersama sang ombak menuju kerajaan bahari. Adakalanya pasir mengikuti deburan ombak dan menjadikan warna ombak berubah mengikuti warnanya, namun adakalanya pasir menolak untuk pergi bersama ombak dan tetap berada di tempatnya, hanya bergerak untuk menghantar sang ombak kembali ke kerajaannya. Adakah ombak marah, dendam dan menyumpah serapahi sang pasir yang hanya bisa terdiam saat ia datang?

Seseorang datang dan pergi silih berganti. Kau pasti ingat bagaimana pertemuan Rahul dan Anjali dalam sebuah momen perayaan hari besar di India. Adegan kocak yang muncul dalam film jadul Kabhi Kushi Kabhi Gam itu memukau semua penonton. Ternyata Rahul menjatuhkan hatinya pada si gadis desa Anjali. Ah, pertemuan singkat sekali, namun cukup membuat hati Rahul berhenti sejenak, jantung berhenti berdetak, darah berhenti mengalir, ia susah bernafas, melongo, terseok-seok dalam berjalan. Yah, itu hanyalah adegan dalam film romantis ala India. Pada saat si sederhana Anjali mampu memberikan kesan berbeda pada Rahul, ia pun tak bisa mengelak pesona Anjali. Kebetulan? Barangkali iya, namun tidak ada sesuatu yang benar-benar terjadi secara kebetulan. Semua yang terjadi pada hidup manusia semacam skenario yang kadang logikapun sulit memahaminya. Pertemuan, direncanakan ataupun terjadi secara kebetulan, namun itu merupakan suatu hal yang lumrah. Akan ada yang datang dalam hidup kita, dan ini sebuah keniscayaan.

Datang membawa kesan membahagiakan, itulah yang terkadang menjengkelkan. Dalam kesan menyenangkan muncul harapan kebersamaan dalam waktu yang lebih lama. Adalah mereka yang berhasil membius manusia yang lain dengan morfin kehangatan, suka, cita, dan perasaan empati. Mereka jarang datang, namun sekali datang akan sangat sulit kita kehilangan.
Seorang teman mengeluh susah melupakan sang mantan. Seakan-akan tak bisa membuka lagi hati pada orang lain, tertutup rapat-rapat akan kenangan indah bersama mantan pacar.

Oh, betapa rumitnya masalah lupa-melupakan. Betapa banyak orang di dunia ini yang sanggup kehilangan hidupnya karena tak mampu melupakan kenangan bersama orang yang dicintainya. C’,mon mameennn, hidup ini jangan dibuat susah dengan meratapi kepergian seseorang yang pernah kita cintai. Belum tentu juga orang yang diratapi dan ditangisi memikirkan kita.

Manusia seringkali lupa, bahwa seiring seorang datang, akan ada masa kita harus siap dengan kepergian nya. Manusia tak perlu persiapkan diri untuk sebuah pertemuan, namun manusia perlu siapkan diri untuk sebuah kepergian. Tak ada satupun manusia yang datang dalam hidup kita yang tidak memberikan kesan apapun pada kita. Kesan itu bisa kesan baik, buruk, biasa, luar biasa dan lain-lain.

Semua yang datang, akan pergi lagi.
Entah pargi karena takdir menginginkan, “cukup sampai sini”,
Ataukah pergi karena ajal menanti

aku, kamu, dan kalian, belajar arti kehadiran dan kehilangan agar bijak di masa yg akan datang

“letakkan aku di tanganmu, jangan di hati mu”
karena sekali kau masukkan hati, susah bagimu tuk melepaskankan
dan itu artinya perlu waktu panjang tuk melupakan
ikhlas hati saat kehilangan perlu proses berkepanjangan,
jadi, belajarlah dari mereka yg pernah merasakan kehilangan

–belajar kehilangan, dari perkataan umar bin Khattab–

3 thoughts on “Datang dan Pergi

      • Aku wes sering dicritani ambe editorku NatGeo….doi kan dulu sering bgt solo backpacking ke India. Nek sampe bab India yo heboh ngono…
        “aduhhh, nang India yooo ati-atiiii. Juorok pwollll. Aku beberapa hari di sana wes lgsg muntaber.” Heaaaaa, grubyakkk!
        Satu-satunya tempat di India sing doi seneng cuma Kashmir dan sekitarnya (pokoke sing nggon2 pegunungan). Wkwkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s