Perantauan


Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman | Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan | Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan | Jika mengalir menjadi jernih jika tidak kan keruh menggenang

Singa tak akan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang | Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam | Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman | Orang-orang tidak akan menunggu saat munculnya datang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang | Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan | Jika dibawa ke bandar berubah mahal jadi perhatian hartawan.

~ Imam Asy-Syafi’i ~

DSC_0015

Syair itu bukan sekedar syair, tapi lebih jauh bagian dari syiar. Syair seorang ulama sarat makna yang mendalam untuk umat manusia. Barangkali Sang Imam terinspirasi dari kalamullah, “Bertebaranlah kalian di muka bumi…” ,menjelajahi setiap celah bumi, mengais khasanah yang tidak akan pernah ada ujungnya untuk diwacanakan pun dipelajari.

Saat di kampung halaman, kita tidak akan memahami selain apa yang sejak kecil kita selalu lihat dan berputar bersamanya. Kultur, kebiasaan umum, tata krama dan norma yang cenderung cepat kita memahaminya, tanpa diajar secara khusus pun kita akan bisa mengerti.

“Pergilah merantau untuk mencari kemuliaan,
karena dalam perjalanan itu ada lima kegunaan,
Yaitu menghilangkan kesedihan, mendapatkan penghidupan,
mendapatkan ilmu, mengagungkan jiwa, dan dapat bergaul dengan orang banyak.” (Imam Syafi’i)

Kampung selama ini adalah zona nyaman kita. Kampung halaman menciptakan garis batas kita dengan dunia luar, zona di mana kita benar-benar diterima oleh masyarakat kita sendiri, zona yang secara tidak langsung membentuk kita hingga tumbuh seperti saat ini. Tidak ada yang istimewa, spesial? Tentu ada. Karena zona ini merupakan zona kita sendiri, tentu kita secara manusiawi, secara naluri akan merasakan kenyamanan di tempat kita sendiri. Bagaimana dengan zona di luar kita? Apakah mereka mengalami kenyamanan yang sama dengan kenyamanan yang selama ini kita rasakan di zona nyaman kita? Barangkali iya, barangkali tidak.

Manusia diciptakan dalam wujud dan bentuk yang berbeda. Ukuran hidung, bentuk hidung, lebar mulut, lebar mata dan kesemuanya dibuat beda. Sekali lagi bukan untuk saling cela dan menertawakan, namun untuk belajar menghargai apa yang dimiliki orang lain. Sejak kecil, sejak akal kita mampu mencerna fakta, Tuhan mengajarkan manusia akan banyak hal. Perbedaan dan persamaan, perjumpaan dan perpisahan, kenyamanan dan kekhawatiran. Dan itu akan jarang kita dapatkan saat kita hanya berdiam diri di zona nyaman kita. Saya katakan jarang, bukan sering atau bahkan tidak pernah.

Kita tidak akan pernah merasakan betapa nyamannya rumah jika tidak pergi ke luar rumah. Kita tidak akan menyadari betapa dinginnya malam sangat menyenangkan jika kita tidak sedang berada di bawah terik matahari yang menyengat dan menyayat. Dalam perantauan ada kerinduan tersendiri, ada banyak hal yang tidak bisa dideskripsi tentang kerinduan-kerinduan macam apa yang akan kita temukan nanti.

Dalam perantauan kita juga akan belajar bagaimana cara orang lain belajar, berinteraksi, berkomunikasi, bahkan hingga bagaimana mereka mencintai dan membenci sesuatu. Di luar sana, di luar zona nyaman manusia, kita akan bisa menemukannya. Egoisme akan kita tanggalkan, rasa berbangga diri pada zona nyaman harus kita musnahkan. Karena di perantauan, tidaklah sama dengan zona nyaman kita, tidak sama dengan kampung halaman.

Lantas benar apa yang dilantunkan Imam besar Syafi’i ..bahwa kita akan belajar banyak hal dari menembus batas nyaman, belajar kesabaran dan memahami arti kerinduan yang sesungguhnya.

Salam dari perantauan, 23-4-2013

Meyra Kaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s