Parpol; Seperti Butiran Debu yang Siap Disapu!


Saya pernah menulis dalam status saya tempo hari bahwa menjadi calon ibu dan istri yang ideal itu salah satunya haruslah berwawasan luas hingga rumah tangga pun tidak stagnan alias seperti kuburan. Bagi calon bapak pun juga berlaku prinsip yang sama. Bertolak dari pernyataan ini, maka saya memberanikan diri untuk beragumentasi terkait hal politik (terlepas dari hasil analisa murahan saya masih banyak kurangnya karena latar belakang pendidikan formal saya yang bukan berasal dari ilmu politik ), tak sekedar masalah afirmasi maupun pembuktian eksistensi. Namun, lebih dari itu juga untuk berbagi apa yang sepatutnya saya bagi sebagai bagian dari entitas masyarakat  yang tak pernah luput dari permasalahan, mewacanakan hal yang sebenarnya sering terjadi, namun jarang dibahas di kalangan intelektual, terkhusus intelektual gadungan yang hari-harinya hanya diisi dengan ketidak-care-an.

Benar! Saya akan bicara politik.

Kenapa? Mau kabur?

Silakan! (loh, kok gak dilarang?)

Apakah saya berhak mencegahmu untuk kabur? Tidak, saya akan membiarkanmu kabur. Tapi, kekaburanmu tidak akan menghentikan saya untuk tetap membicarakannya. Ehehehe…

Dari mana saya memulainya???? (bingung@@@@)

Oke oke, saya akan mencoba tuk sedikit berwibawa. Menurut yang saya pelajari dan apa yang saya pahami, partai politik yang berhasil memiliki indikator salah satunya adalah keberadaannya yang signifikan di tengah-tengah masyarakat. Sederhananya, keberadaan partai tersebut memiliki arti tersendiri di tengah-tengah masyarakat, dan ketika masyarakat memiliki persoalan, partai politik itulah yang dijadikan tempat bergantung, tempat bertanya atas solusi terbaik bagi mereka. Bayangkan, jika partai politik yang ada saat ini bisa seperti yang saya sebutkan sebelumnya, bukankah keberadaannya bisa mengurangi beban yang selama ini ditanggung masyarakat?

bingung gak sih kalau milih parpol sebanyak ini?

Faktanya, keberadaan partai politik saat ini justru hanya menambah beban pikiran masyarakat, memberikan kebingungan tersendiri terhadap masyarakat (terkait mana yang benar dan mana yang salah, mana yang benar-benar memperjuangkan kepentingan pribadi dan mana yang benar-benar memperjuangkan nasib rakyat), memberikan polemic berkepanjangan yang sepertinya taka da ujung pangkalnya sama sekali. Keberedaannya jika seperti ini tak lebih dari mengaduk-aduk lumpur alias memperparah kondisi yang sudah parah. Tak heran jika  masyarakat pun akhirnya apatis terhadap keberadannya dan bahkan menjadi bagian dari barisan apolitis (alergi politik) akibat terus-menerus melihat fakta perselisihan antar parpol yang tak bisa lagi ditutup-tutupi.

Masyarakat sudah jenuh!

Masyarakat sudah capek!

Masyarakat sudah tak mau lagi ambil pusing!

Masyarakat pun muak dan akhirnya tak mau percaya dengan yang namanya partai politik.

Buktinya, mayoritas masyarakat belum menempatkan partai sebagai bagian penting dalam kehidupan. Dalam survei yang digelar tanggal 5-6 September 2012 oleh Saiful Mujani Research and Consulting pada 1.219 responden, hanya 15 persen responden yang percaya pada partai (http://www.tempo.co/read/news/2012/10/14/078435626/Mayoritas-Publik-Belum-Percaya-Partai-Politik).

Nah, kalau sudah seperti ini maka keberadaan parpol yang signifikan di tengah-tengah masyarakat itu masih berupa angan-angan panjang. That’s why I don’t wanna choose any party, karena apapun partai politiknya (yang saat ini masuk parlemen), selama masih menjadikan kemenangan partai sebagai orientasi utamanya, dan tidak menjadikan masyarakat sebagai bagian dari mereka yang harus disadarkan dari keterpurukan panjangnya, bagi saya keberadan parpol tersebut tak ada artinya. Mereka seperti butiran debu yang siap disapu!

Salam butiran debu,

Meyra Kaha

Sby, 14 Oktober 2012 [23.29 WIB]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s