Jungle Law pada Manusia


Lama tidak menulis membuat saya agak janggal untuk memulainya kembali. Tak apalah! Setidaknya saya harus memulainya kembali.  Saya katakan harus jika saya tetap ingin disebut sebagai penulis (meski masih kelas amatiran).

Benar! (Apaan? Kok mendadak berkata benar?!?)

Zakat kembali lagi menjadi barang mewah di tengah-tengah hari penuh berkah (sebut ramadhan). Semua hal yang berkaitan dengan hajat hidup manusia diperebutkan demi satu kata yang saya namakan “SURVIVE”. Tak peduli bagaimana wajah manusia yang lain jadi apa, yang penting bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Kalau dipikir-pikir, apa coba bedanya sama hewan-hewan yang ada di hutan? Sama! Iya kan? Benar kan? Jika bingung apanya yang sama, saya jawab: sama dari sisi cara survivenya!

Hewan bisa survive dengan memakan hewan lain atau dengan membunuh hewan lain karena jenis makanannya sama. Jika di suatu tanah lapang hanya terdapat seutas rumput dan 5 ekor kambing, pada awalnya 5 kambing akan bisa bertahan hidup dengan saling berbagi makan, tapi pada akhirnya untuk mendapatkan rumput sisa yang mereka makan, mereka akan berebut secara hewani, secara brutal, dan tak peduli nasib kambing yang lain seperti apa. Yang ada dalam otak mereka hanya: bagaimana gue bisa mendapatkannya! Titik! Perkara harus membunuh kambing lain, emang masalah buat loeh!?

Kalau hewan seperti itu, terus gue harus bilang “wow” gitu? Gak, kan? Karena mereka memang hewan. Just hewan! They have style of surviving mereka sendiri, tanpa menjiplak pola survive-nya manusia.

Kalau manusia dengan akal dan hati nuraninya menjiplak sistem survive hewan, aneh gak? Ya aneh!

Nah, inti yang saya mau bicarakan adalah…… Kayaknya nih, jaman sekarang adalah jaman di mana sistem hutan diterapkan pada manusia. Catatlah, sistem hutan! Di mana hanya orang-orang yang  kuat saja yang bisa bertahan. This is it, Capitalism. Paham ini menjadikan manusia menduakan agama, mengedepankan keuntungan (lebih ekstrim:uang dan kesenangan jasmani) semata tanpa mempedulikan apa akibatnya. Dengan kata lain, kapitalisme mencoba memaksakan jungle law pada manusia yang sudah tentu berbeda dengan hewan (meski pada beberapa aspek bisa disamakan dengannya). Jika begitu adanya, maka semua kepala manusia yang terlahir tidak berdaya akan mengutuk Tuhan atas ketidaksamaan yang diciptakanNya. Orang yang tak berdaya hanya akan menunggu ajal mengenaskan. Karena apa? Sekali-kali dan sekonyong-konyong karena hukum hutan diterapkan pada manusia: yang tidak berdaya akan segera bertemu ajalnya.

 

Logikakanlah wahai umat manusia! Bagaimana bisa dan bagaimana akan bisa? Secara kita sudah beda! Survive-nya manusia bisa terwujud karena keberadaan akal yang memaksanya untuk mempertimbangkan aspek-aspek manusiawi (bukan aspek-aspek hewani yang tak punya rasa belas kasihan sama sekali). Sementara hewan? Mereka hanya bisa survive jika membunuh atau menguasai hewan lain dengan mengandalkan insting pertahanan dirinya. Saya rasa Tuhan tidak menciptakan kita untuk saling meniadakan manusia yang lain demi seonggok makanan, harta dan status sosial tertentu. Bukan itu! Saya yakin Tuhan (Allah SWT) menciptakan kita dengan segenap akal yang luar biasa untuk memposisikan kita berbeda dengan hewan seekstrim mungkin.

“Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main” (Al –Anbiyaa’ [21]:16)

“Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.” (Al-Jaatsiyah[45]:22)

Dengan begitu, jelas bahwa cara kita survive dengan cara hewan survive sudah pasti berbeda!

Wallahu alam bi ash shawab, semoga dari sini banyak pemikir yang akan menambahkan kekurangan dalam setiap baris kata yang saya cipta.

See u, luph u… (hehe)

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s