Intoleransi Gaga pada Indonesia


tulisan lama yang baru saya masukkan ke WP

 

Saya adalah salah satu orang yang bahagianya tak terhingga mendengar kabar batalnya konser Lady Gaga. Kenapa? Sederhana saja sebenarnya, yaitu akidah saya yang membuat saya menolak kedatangannya. Tentu saja selain akidah, saya juga punya alasan logis kenapa saya menolak konser bertajuk “Born This Way” tersebut. Namun, hal yang saya ketengahkan dalam tulisan saya ini adalah lebih pada kritikan bahwa Gaga pun sebenarnya tidak pernah memiliki toleransi sedikitpun pada negara-negara yang Asia yang berusaha menjaga moralitas bangsanya.

 

Mengutip dari statemen Troy Carter yang mengatakan bahwa dalam hal apa pun, Gaga tak akan memenuhi tuntutan pihak-pihak yang menolak konser-konsernya di Korea Selatan, Indonesia, dan Filipina sejak ia memulai turnya di Asia. “Kami akan melewatkan mereka,” ujar Carter, yang menekankan bahwa Gaga tidak akan mengubah satu pun konsernya yang mendatang. “Kami memainkan pertunjukan itu sebagaimana semestinya. Itu sebuah pertunjukan yang sangat spesifik, dengan penonton yang sangat spesifik,” lanjutnya.

Pertunjukan spesifik dan penonton spesifik! Iya, tentu benarnya! Lady Gaga adalah satu paket dengan konsep-konsep panggung “uniknya”. Dengan konsep berpikir seperti ini, maka tak heran jika para penggemar Gaga yang dikenal sebagai Little Monster juga akan dengan sukarela me-make over– dirinya untuk berpenampilan seperti sang idola. Bagi mereka yang tergila-gila tentu saja tak jadi masalah, namun bagi yang akal sehatnya masih jalan, maka apa yang sudah mereka lakukan merupakan tindakan yang sudah benar-benar bubrah dan salah kaprah. Melihat dukungan dan antusias penggemarnya yang safantastis itu, tentu Gaga dan manajemen akan bertambah semangat untuk mempertahankan konsep penampilan Gaga. Tak peduli bagaimana tanggapan orang, Gaga akan tetap tampil sebagaimana konsep pertunjukkan yang ia bawa.

 

Dengan pemahaman kita selama ini, maka Gaga yang tidak mau tampil sesuai dengan adat dan budaya ketimuran sudah sepatutnya kita sebut sebagai pihak yang intoleran alias tidak toleran terhadap budaya dan norma yang ada di indonesia. Jadi, jika ada beberapa pihak yang menilai bahwa Indonesia itu merupakan negara yang tidak berdaulat dan tidak memiliki toleransi terhadap kebebasan berekspresi Gaga, maka itu sebenarnya juga anggapan yang salah kaprah, karena memang faktanya Gaga dan manajemennya pun juga sama-sama tidak menghargai adat dan budaya Indonesia. Kalau mereka menuntut toleransi tinggi dari warga pribumi, lha berarti dia seenaknya sendiri bukan? Ngapain juga kita harus mengorbankan harkat dan martabat sendiri demi tuntutan satu pihak saja? Kan ya tidak adil toh, Mas, Mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s