The More I Know, The More I Hate


It will be better if we don’t see each other.
Because, the more I know you, the more I hate you, the more I fed you up, the more I wanna throw you.
The first time I knew you, I had felt that you’re the ideal one, the best one among the others. But, now I know you’re the scariest one,

Belajar melankolis ternyata sangat gampang. Dengan melihat status-status dan melihat film romantis saja saya sudah bisa melakukannya. Hehe..

Kalian boleh mengira saya sedang patah hati, putus cinta atau apalah. Sah saja, namun saya menulisnya secara khusus untuk membicarakan sebuah system yang bernama demokrasi, system paling berbahaya ketika benar-benar diterapkan dalam kehidupan manusia. Why? Inilah beberapa alasannya:

Faktanya, puluhan ribu orang terbunuh atas nama demokrasi. Iraq, Afghanistan, Checnya, dan di berbagai negeri muslim lainnya.

Ratusan (mungkin ribuan) orang menuntut hak-haknya (lebih tepat jika disebut syahwat) untuk melegalkan dan menghargai gay, lesbian, dan waria. Jika demokrasi konsisten diterapkan, maka demokrasi akan meloloskan berbagai bentuk regulasi hak-hak mereka secara hukum dan pemerintahan.
Ini salah satu bentuk “keharaman” demokrasi dalam memandang kaum minoritas. Jadi, dalam demokrasi, mayoritas itu penting, namun minoritas juga harus diperhatikan. Efeknya? Gay, lesbian, dan waria bertebaran, kelayapan dengan percaya diri di sekeliling kita. Dan, bagi umat yang fanatik dengan Islam (atau bahkan agama lain yang menghujat keberadaannya), akan kena hukum pidana jika “mendzalimi” kaum minoritas.

Dalam perjalanannya, demokrasi sudah berhasil menjadikan orang-orang gila kekuasaan, gila pamor, hingga benar-benar menjadi sakit jiwa. Ratusan kandidat calon anggota DPR berlomba-lomba untuk mendapatakan kursi kekuasaan. Karena sekali lagi, system demokrasi menuntut adanya wakil rakyat dengan pengambilan suara mayoritas dari rakyat. Jika banyak rakyat memilihnya, maka dia bisa menang. Tak heran jika segala cara ditempuh tanpa mempedulikan norma-norma persaingan yang wajar.

Bagaimana jika sudah ada yang menang? Ternyata belum selesai! Berbagai oknum mencerca, memaki, memfitnah karena ketidakterimaan. Akhirnya pecah perang dunia ke-19 dengan saling tuding, saling menghina, tak ketinggalan para simpatisan pun bertindak anarkis. Tak jarang juga nyawa dikorbankan karenanya. Tidak sadar dengan hal ini?
Owh, bukannya demokrasi menuhankan suara mayoritas?

Benarkah? Faktanya tidak demikian. Jutaan rakyat turun ke jalan untuk menolak kenaikan BBM, namun pemerintah tak berkutik. Inikah keberhasilan penerapan demokrasi seperti yang dikatakan oleh David Cameron? Maka saya bisa pastikan bahwa David Cameron dan orang-orang yang sepaham dengannya benar-benar sudah gila!

Jangan salahkan jika dunia hancur karena demokrasi! Karena demokrasi melegalkan semua hal, mengedepankan hak-hak (baca syahwat) hewan manusia, tanpa mempertimbangkan kewajiban dan perannya. Semua hal bisa legal dalam sistem demokrasi.

Perzinaan terlokalisasi,

Perjudian skala nasional maupun internasional lewat pasar saham,

Riba bank,

Pemalakan melalui pajak,

Menghianati rakyat lewat UU dan janji-janji palsu,

membangkang suami dan orang tua,

semua dilegalkan oleh demokrasi.

You legalize all of freedom. Unifying money with power, it’s your way torturing and killing people!

Dan, ketika masih ada yang beranggapan bahwa system demokrasi itu sejalan dengan Islam, maka di manakah letak kesamaannnya? Buktikan! Proof it, then I’ll believe it!

The more I know, the more I hate
Therefore, it would be better if all of people hadn’t known you before.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s