Minat Baca dan Kebutaan


 

Laporan Human Development Report tahun 2008/2009 yang dikeluarkan UNDP, menyatakan minat membaca masyarakat di Indonesia berada pada peringkat 96 dari negara di seluruh dunia. Kondisi ini sejajar dengan Bharain, Malta dan Suriname. Di Asia Tenggara, hanya ada dua Negara di bawah Indonesia, yaitu Kamboja dan Laos.(SuaraPembaruan)

Syok? Tidak lah! Kebanyakan masyarakat (Indonesia) saat ini memang lebih rela waktu luangnya habis untuk Ber-HPan ria, searching, googling, main internet, nge-games melalui fitur-fitur Hp canggih, online ngobrol ke sana kemari berjam-jam (1). That’s why BB (Blackberry) is in demand here (2). Karena semua orang high class technology-minded, tanpa diimbangi dengan mencanggihkan otaknya. Lol~ Itu di satu sisi saja, sementara di sisi lain, sebanyak 30% masyarakat Indonesia terancam mengalami kelaparan. Sederhananya, orang yang kelaparan tidak akan pernah memikirkan hal selain “BAGAIMANA HARI INI SAYA BISA MAKAN”. Image

Maka, jangan heran jika minat baca di Indonesia sangat rendah. Terlebih lagi, negara kurang memfasilitasi rakyat miskin untuk mengenyam pendidikan selevel perguruan tinggi. Hal ini sangat jelas bagi kita yang mau menengok berapa biaya pendidikan di PT (Perguruan Tinggi) saat ini. Berapa kawan-kawan? Tentu Anda sendiri yang bisa menjawabnya, karena masing-masing kepala akan dikenai biaya yang berbeda dalam system pendidikan kita saat ini.

Begitulah! Pemerintah kita terlalu menuntut warganya untuk meningkatkan minat baca, meningkatkan kreatifitas, inovasi, kedisiplinan, dan etos kerja. Mereka boleh menuntut warganya, sementara warganya dilarang keras menuntut pemenuhan hak-haknya. Saat rakyat menuntut, penguasa dan para wakil rakyat bisanya hanya berkelit, “Seharusnya masyarakat bisa memahami kondisi keuangan negeri kita saat ini, seharusnya bisa ikhlas menerima kebijakan ini, blah blah blah..”. [what’s your comment about it?]

Namanya ini pendzaliman tersistem! Pembungkaman aspirasi secara barbar oleh penguasa kepada rakyatnya. Warga biasa hanya bisa menuntut, sementara para pemikirlah yang dijadikan batu loncatan untuk menyampaikan suara tuntutan rakyat terhadap penguasa. Tapi toh para pemikir yang sudah disibukkan dengan dunianya sendiri tidak peka. Minat baca rendah, gaya hidup individualistis, hedonis, kapitalistis-materialistis menyebabkan mereka buta dan tuli terhadap semua permasalahan yang ada.

Allah Azza Wajalla berfirman (hadits Qudsi): “Dengan keperkasaan dan keagunganKu, Aku akan membalas orang zalim dengan segera atau dalam waktu yang akan datang. Aku akan membalas terhadap orang yang melihat seorang yang dizalimi sedang dia mampu menolongnya tetapi tidak menolongnya.” (HR. Ahmad)

Apa reaksi kita saat saudara-saudara sekitar kita melolong menuntut pemenuhan hak-haknya terhadap penguasa? Berani bicara atau diam saja? Berani memfokuskan pandangan ke sana apa berpura-pura buta?

Jawaban saya serahkan kepada Anda! Answer it with your deepest heart, then you’ll realize! Furthermore, what’s the solution of yours?

[1] Pada survei yang dilakukan firmcomScore Juni 2010 didapati data, sebanyak 20% dari 45 juta populasi pengguna akses situs jejaring social Twitter, berasal dari Indonesia. Inilah yang menyebabkan RIM (Research In Motion) memanfaatkan peluang pemasaran BB di Indonesia. [2]Diperkirakan saat ini pengguna telepon genggam canggih tersebut di Tanah Air telah mencapai lima juta (http://www.suarapembaruan.com/inovasi/rim-2015-pengguna-blackberry-di-indonesia-capai-97-juta/15497) Suara pembaruan, 2012)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s