Rapuh


Kerapuhan adalah murni dari dalam diri seseorang. Perasaan rapuh dan tidak berdaya seringkali menyelimuti manusia yang menyadari ketidaksempurnaannya dan keterbatasannya tatkala menghadapi suatu cita yang besar. Beragam hambatan serasa duri yang menembus daging, terasa pahit dirasa, bahkan sangat menyeramkan meski hanya dilihat sekilas oleh mata.

Perasaan rapuh murni dari dalam diri seseorang, dan akan semakin parah jika lingkungan sekitar mendukungnya untuk tidak mau bangkit berdiri dan melepaskan keterpurukannya dari dalam jurang kerapuhan.
“Maka sesudah ada kesulitan akan ada kemudahan”. Begitulah firman Allah dalam Surat Alam Nasyrah 5-6.

Maka sesungguhnya tidak ada alasan untuk terus berdiam diri dan membiarkan rasa segan menyelimuti saat menghadapi cobaan dan kegagalan. Rapuh dalam langkah adalah hal yang lumrah, namun ketika rapuh membinasakan diri dan menenggelamkan dalam jurang keputusasaan, sungguh itu merupakan masalah yang “wah”.
Mari sejenak mengingat kalimatullah berikut:
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (TQS Yusuf :87).

Dari seorang yang tak sempurna menyambut kalian lewat untaian kata. 12 Januari, 2012, di tengah-tengah pengerjaan proposal skripsi yang cukup melelahkan. Hope u all get the best by doing the best.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s