Problems Or Solutions?


Tak perlu rasanya saya berpanjang lebar menjelaskan ketidakidealan yang ada di tengah-tengah kita. Tanpa saya beritahupun semuanya sudah mengetahuinya, bahkan mungkin mulai memakluminya. Berapa besar jurang kesenjangan si kaya dan si papa, berapa banyak kekerasan meraja lela, berapa banyak wanita kehilangan kehormatannya (atau menghilangkan kehormatannya sendiri), berapa hak hidup yang terampas oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab, berapa jumlah pengangguran yang mendominasi negeri ini, korupsi, kolusi, dan tentu saja banyak lagi berapa yang saya tidak bisa sebutkan.

Agaknya semua orang memang sudah memakluminya. Saking memakluminya, bahkan kebanyakan dari kita merasa bahwa memang sudah seperti itu sewajarnya.

Gila? Saya rasa iya. Bagaimana semua kerusakan itu dianggap menjadi suatu hal yang wajar dan harus diterima oleh manusia (yang katanya berakal sempurna)? Bagaimana bisa masalah sebesar itu tidak dihiraukan sama sekali? Bagaimana dan bagaimana? (saya tidak tahu pendramatisiran macam apa lagi yang harus saya lakukan).

Dan semuanya diam melihatnya. Semuanya seakan-akan menutup mata atas kenyataan yang ada disekitarnya. Semua seolah-olah mengibaskan tangan atas fakta yang ada di sekelilingnya. Mirisnya, ada yang buang muka dan bilang , “apa urusannya dengan saya?”

Hey hey, actually this doesn’t have any relationship with your belly. But, please dech! Wake up! Apa yang terjadi di sekitar kita bukanlah masalah sepele semisal saya mencari suami ideal (sumpah, ini bukan masalah kecil yang seharusnya saya contohkan). Kerusakan yang beredar di tengah kita itu merupakan kerusakan sistemik yang diciptakan oleh tangan-tangan manusia super tamak melebihi Tuan Takur pada masanya (masa emak-emak kita).

Kerusakan yang beredar di sekitar kita itu suatu masalah. Ingatlah, MASALAH! Jangan anggap remeh masalah “kerusakan” ini. Peremehan terhadapnya tidak menjamin kita bisa menjalankan kehidupan sebagaimana yang kita cita-citakan. Peremehan terhadapnya bukan jaminan bagi kita bisa hidup nyaman dari pergolakan. Ini masalah yang menyangkut hajat hidup orang banyak, menentukan peradaban manusia seperti apa yang akan terwujud pada masa yang akan datang. Peradaban menyerupai hewan ataukah peradaban gemilang yang akan menaikkan martabat manusia setinggi-tingginya? Ingatlah kata kunci yang saya berikan: kerusakan sistemik sebagai masalah, peradaban yang akan datang, dan kita.

Then describe about you, whether you are part of solutions or part of problems. If you’re at first choice, let me accompany you to make a new civilization[1]. If you’re at second choice, let me say “you’re a truly coward!”

[1] peradaban yang saya maksud adalah peradaban Islam. Karena saya hanya akan percaya bahwa peradaban Islam lah satu-satunya peradaban yang bisa membawa manusia pada posisi yang setinggi-tingginya. Karena peradaban Islam adalah sejarah dan bisyarah yang akan mewujud dalam bentuk daulah Khilafah Islamiyah.

Meyra, 25-11-2011 – yang sudah vakum menulis dalam kurun waktu yang cukup lama. Dan selanjutnya, selamat membaca🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s