PART 18


Aku tidak tahu bagaimana akhir cerita ini. Melupakannya sama halnya pesakitan bagiku. Semakin aku mencoba, semakin aku sakit karenanya. Seumur hidupku, tidak pernah kualami perasaan yang demikian kuatnya. Mungkin, tak akan pernah ada yang bisa menggantikannya. Karena dia seseorang yang tidak biasa, dia.. orang yang paling berharga dalam hidupku.

Yeah, I can’t let you go

####

Heleuh heleuh, bubar! Pasti pikiran kalian yang membaca prolog tulisan di atas melambung jauh ke angkasa, membayangkan saya gila gara-gara cinta. Tidak tidak! Itu tidak benar! Owh, bagaimana saya menjelaskannya pada kalian.

Tahukah kalian, saya gila gara-gara kebanyakan nonton serial menye-menye alias melankolis habis. Penuh dengan kisah cinta yang kadang sama sekali gak masuk akal. Dan entah kenapa, sisi gila saya bisa memicu keluarnya air mata. Gila! Benar-benar gila!

Dan akhir-akhir ini, seringkali lagu-lagu melankolis mengisi waktu pra-tidur saya. Entah kenapa kisah-kisah konyol itu terasa begitu menyentuh hati saya. Saya tidak paham. Saya bahkan tidak tengah merasakan jatuh cinta pada siapapun, namun kenapa suasana serial tolol itu benar-benar membuat saya gila.

Aaaarrrrgghh, apalagi ada selingannya tentang kehangatan keluarga. Makin tambah ingin membanjiri kamar dengan air mata saja. (jangan bayangkan saya yang judes ini tidak punya sisi kemelankolisan! Saya sebenarnya sangat melankolis! Haha..hmm hmm)

Ah, mungkin ini gara-gara saya ingin sekali pulang. Melepas sedikit penat dan melarikan diri sejenak dari hiruk pikuk permasalahan.

Yah, saya sangat ingin pulang. Saya rindu sekali sama keluarga. Ingin sesekali mengajak mereka rekreasi bersama ke suatu tempat. Seperti terdengar sangat indah.
Kenapa di saat-saat seperti ini, saya begitu merindukan ibu.

Ibu..
maafkan anakmu yang sering menyusahkanmu,
membuatmu menangis karena ulahku,
berjuta-juta kali mengecewakanmu,
seringkali tak lembut kepadamu..
Ibu.. (huhuuu..)

Ah, lagi-lagi tak bisa membendung air mata.
Woy, Mey! Bangunlah! Dan berteriaklah pada dirimu sendiri : FIGHTINGGGGGGGGGGGGGGG!!!!!

Let’s count the days. Did did dirip…5 4 3 2 1…
____________________
Probolinggo, 13 Agustus 2011. Di pagi menjelang seminar PKL II berlangsung.

Ampun, serial drama 49 days membuat jiwa melankolis merajai. Gilaaaaa!!! Scheduler made me cry along the time. Good acting! Prok prok prok!

Ssstt, bukankah lagu sedih itu akan benar-benar terasa menyentuh hati jika hati kita memang sedang merasa sedih? Iya kanInilah buktinya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s