PART 12


Lagi-lagi saya dibuat geram olehnya. Kenapa orang yang katanya mengidap Skyzophrenia ini tak kunjung mengerti bagaimana saya? Bagaimana ini? Saya tidak bisa membiarkannya.

“Jangan makan bakpia di situ, Mbak! Tahu kan kalau daerah situ paling susah dibersihkan. Mbak mau kalau tidur digigiti semut. Orang air minum ditaruh sini aja bisa dikerumuni semut, apalagi rontokan bakpia”.

“Iya iya. Nanti tak bersihkan!” dia menjawab dengan ringannya sambil melanjutkan aktivitas melahap bakpianya.

Huhfttt, semakin kesal saja saya! Kamar yang sudah saya bersihkan sedari pagi tadi seakan-akan ternodai lagi. (kalian tahu jika orang kesal itu seperti apa lebaynya? Seperti saya!)

Dan akhirnya apa yang dia lakukan setelah makan bakpia?
Bersiap-siap tidur!
Haarrrrrrghhhh!!! Saya berteriak kesal dalam hati.

“Nah loh. Katanya mau dibersihkan?” Tanya saya sedikit kesal padanya.

“Gimana ngebersihinnya?”

Geram, “Kan tadi udah kukasih tahu kalau daerah situ susah dibersihkan. Kenapa gak mau denger sih? Nanti kalau dikerumuni semut gimana coba?” nada bicara saya sedikit naik. Sumpah, baru kali ini saya sampai naik pitam menghadapi seorang wanita.

“Habisnya tadi gak ada tempat buat naruh rontokan bakpia”, dia bilang dengan polosnya.

“Kan banyak tisyu?! Jangan gitu donk, Mbak! Aku gak suka lihat kamar berantakan, apalagi kalau ada bekas makanan di sana-sini. Sumpek lihatnya!”

“Iya-iya maaf” dia meminta maaf, lalu bersiap-siap untuk tidur.

Ah, terserah! Saya tidak mau kamar meledak gara-gara amarah saya malam itu. Saya tidak tahu lagi bagaimana memberi pelajaran pada orang ini. Bagaimana jika saya bawa ke konsultan gizi saja? Barangkali dia kebanyakan protein semacam purin atau pirimidin, atau terpapar zat inhibitor absorbsi zat besi sehingga dia jadi aneh seperti ini?

*Tidak ada sambungannya, Mey! Benar-benar tidak ada kaitannya! Dia sakit, tapi sakit secara mental dan sosial. Sadarkah kau?!*

“Hmm, bagaimana ya merubah dia?”, tanya teman sekamar saya pada suatu hari saat dia berada di kamar mandi. Sambil tiduran kami melamun, seperti dua orang yang tengah putus asa menunggu kekasihnya. Haha.. Lalu dia melanjutkan,

“Pasti dia tahu kalau ada yang tidak beres pada dirinya, Mey!”

“Masa sih dia tahu? Gak dech kayaknya. Aneh banget!

Ada kalanya dia berlaku seperti orang normal, tapi seringkali dia bertingkah seperti orang yang tidak normal. Huhft,,”, saya menjawab dengan lemas.

“Jadi, apa yang harus kita lakukan?”

“Entahlah..” , katanya.
Saat itu, kami berdua hanya terdiam, memikirkan bagaimana mengubah orang aneh sepertinya. Namun tak kunjung dapat jawaban. Pikiran kami menerawang pada beberapa semester silam saat dia tidak seaneh saat ini.

Ada apa di masa lalunya yang membuat dia seperti ini? Something must have been happened so that she changed dramatically!! (Bahasa Inggris gueehhh!! Sangat hancur!)

Huhuhu, PKL ini sangat aneh bagi saya! Jika kalian penasaran, mari duduk minum kopi bersama saya. Saya akan menceritakan semuanya pada kalian semua. ^_^

Probolinggo, 27 Juli 2011-Saat bosan mengerjakan analisis SWOT dan tak sabar menanti datangnya esok. Cihuiii,, akhirnya sebentar lagi saya keluar kamar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s