PART 11


Dalam kebosanan hari ini, I’m doing nothing, alias tidak melakukan sesuatu pun yang saya anggap berguna. Mencoba menulis, namun mandeg! Akhirnya saya habiskan waktu untuk mendengarkan music dan iseng-iseng belajar Corel plus Photoshop. Karena saya tidak kunjung bisa, saya putuskan untuk berhenti dan mencoba membaca salah satu booklet Konferensi Rajab yang barusan saya bawa dari Surabaya. Lalu demikian dan setelah itu, mata saya berhasil terpejam. Tidurlah saya!

“Banyak makan dan istirahat ya. Jangan terlalu banyak beraktivitas dulu. Tiga hari lagi datang ke sini untuk control perkembangan. Ini obatnya”

Lemas jadinya. Saya tidak tahan jika tidak melakukan apa-apa. Mau nyuci kepala masih terasa sedikit berat, mau nyuci piring lagi-lagi teringat pesan Mbak Dokter dan Kepala Puskesmas Wangkal, “Usahakan jangan mandi atau terlalu sering kena air. Kalau mau mandi, pakailah antiseptic biar virusnya tidak menyebar!”

Hmm… saya kena cacar air sodara-sodara! Bisa dibayangkan? Huhtf…

Yah, begitulah. Hari ini akhirnya saya diantar periksa salah satu teman saya ke Puskesmas Wangkal. Nama salah satu daerah di Kecamatan Gading. Kira-kira 10 Km-an jaraknya dari tempat saya sekarang. Ya Allah, sangat jauh. Pantas kebanyakan masyarakat sini memilih berkunjung ke Bidan desa jika mereka merasa tidak enak badan.

Kekhawatiran ini sudah ada sejak pertama kali mengetahui bahwa ada salah satu teman yang terkena cacar. Ditambah lagi pada saat kegiatan Posyandu setempat, ada salah satu balita yang juga terkena cacar. Saya yang notabene belum pernah merasakan penyakit tersebut, jadi sedikit ngeri. Benteng pertahanan imun pun saya perketat. Makan cukup dan minum vitamin C. Hmm, saya rasa lebih dari cukup untuk membentengi diri dari virus tersebut.

Yang namanya qadha tidak ada yang pernah bisa menolaknya. Saya lengah, saya pongah. Di tengah perjalanan saya kembali ke Surabaya untuk menunaikan salah satu kewajiban yang tak bisa diwakilkan, pertahanan tubuh saya berada pada level serendah-rendahnya. Kepala saya pening, hiruk pikuk terminal Bungurasih di malam hari membuat tubuh saya semakin mual dan makin pening. Siapa yang mengira bahwa demam saya pada tengah malam setelah sampai di kostan mengantarkan pada munculnya bintik-bintik menyeramkan di keesokan harinya? Saya tidak tahu. (Tapi Allah tahu. Hehe..)

“Saya harus makan! Setidaknya agar kondisi saya tidak semakin drop dan lebih mengenaskan”, pikir saya. Sayang disayang, saya sudah teramat telat. Virus ini sudah merongrong tubuh saya. Meski bintik-bintik tidak muncul secara sporadis, namun tetap saja tubuh saya terasa lemas. Lagi-lagi saya harus berhadapan dengan virus.

####

Apa yang terjadi pada saya cukup bisa membuktikan bahwa jika Allah berkehendak, bagaimana pun pasti akan tetap terjadi. Betapapun saya berusaha untuk menghindar dari penyakit ini, tapi jika Allah menghendakinya toh akan tetap terjadi. Manusia tidak akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang menimpa dirinya di luar batas logikanya, di luar batas kemampuannya. Manusia hanya akan dimintai pertanggung jawaban atas reaksinya saat dihadapkan pada kejadian di luar batas kemampuannya tersebut. Mengumpatinya ataukah bersabar atasnya?

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (TQS. Muhammad [47]:31)

Everything’s happened. I can’t control it, even deny it! Just enjoy it! Because doing nothing here is same with staying away from “ikhtilat or maksiat”. Haha.. memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Probolinggo, 25 Juli 2011 saat hidup saya penuh dengan dikasihani orang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s