PART 9


Saya sangat malas membalas SMS darinya. Setidaknya saya membutuhkan waktu untuk berpikir secara jernih, terlebih SMS tersebut datangnya malam pukul 21.39 WIB. Meskipun mata saya masih terjaga, tapi saya sendiri bingung bagaimana membalas isi SMSnya. Ah, malas!

“Mbak Meyra, sebelumnya saya mohon maaf atas kejadian beberapa hari terakhir ini, sehingga membuat khawatir dalam hati mbak dan tmn2 sekalian”.

Penipuan tetaplah penipuan, kebohongan tetaplah kebohongan yang sudah terlanjur dia lakukan. Kenapa kalau minta maaf tidak di hadapan saya dan teman-teman saya? Ah, tidak gentle sekali dia!

Haduh, tapi saya tidak tega membaca SMS nya.
Saya tidak tahu kenapa di tengah logika yang seharusnya saya kedepankan, saya justru mengasihaninya? Apakah gara-gara sifat dasar perempuan yang selalu mendahulukan perasaan? Apakah saya sudah kehilangan akal sehat saya?

Hmmm, saya hanya tertawa kecil. Di sinilah kelemahan perempuan sekaligus kelebihannya atas makhluk bernama pria. Kelembutannya secara alamiah mampu memberikan kenyamanan tersendiri bagi orang-orang. Karena dari potensi yang lebih menonjol ini, tidak heran jika seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan, condong lebih dekat dengan ibunya dari pada dengan ayahnya.

“Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain)..” (TQS.Al-Isra’ [17] : 21)

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa potensi ini bisa menjadi boomerang tersendiri bagi perempuan jika tidak disandarkan pada pemikiran dan standar yang benar. Saya meyakini hal ini. 100 persen! Lucunya saya tidak bisa benar-benar membencinya. Sangat tidak bisa! Meskipun teman-teman yang lain sangat menghujatnya, tapi hati kecil saya masih kasihan padanya. Entahlah, apakah ini karena saya yang terlalu buta dan hanya terbawa sama instink saja, atau memang orang itu memang tidak bersalah sepenuhnya?

Agaknya saya harus tidur sejenak supaya bisa berpikir secara waras. Hmm…

Probolinggo, 20 Juli 2011. Saat tahu bahwa basecamp tempat PKL saya ternyata rumah yang statusnya disegel Bank.
______________

Tokoh “nya” sengaja tidak saya sebutkan karena hal tersebut menyangkut nama baik seseorang dan aib seseorang. Semoga Allah mengampuni keteledorannya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s