Part IV


Hari ini saya benar-benar melihat Probolinggo dari sisi yang lain. Meskipun saya sudah pernah mendengar cerita sebelumnya, namun kali ini saya benar-benar melihatnya. Be-Ol di kali! Kebiasaan yang sangat tidak umum bagi kebanyakan orang jaman sekarang, bukan?

Lebih dari itu, hari ini saya mengalami kejadian yang sangat mengharukan, ditengah-tengah saya mengalami kebingungan yang teramat sangat untuk mencari tempat tinggal secara terpisah dengan laki-laki, Alloh mengirimkan bantuan melalui tangan-tangan hambaNya di dunia. Orang yang memiliki rumah-yang saat ini ditempati teman-teman PKL-, Pak Bayu dan Bu Yuli benar-benar mengerti maksud yang saya utarakan saat saya baru sampai di tempatnya.

Saat dipanggil Pak Bayu, saya diajak berbicara panjang lebar tentang prinsip, tanggung jawab dan hak dan sebagainya. Penghargaan beliau pada prinsip yang dipegang oleh seseorang ternyata melebihi apa yang saya bayangkan. Sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang selama ini terkesan pendiam itu bisa berbicara panjang lebar. Saya yang saat itu ditemani oleh seorang teman, hanya mengangguk-angguk menyetujui apa yang dikatakan beliau.

“Jika kebanyakan orang menyebutkan hak dan kewajiban, saya justru sebaliknya, Mbak Meyra. Menurut saya kewajiban itu merupakan sesuatu yang harus didahulukan, bukan malah kita yang menuntut orang lan menuruti hak kita terlebih dahulu. Apalagi masalah prinsip. Kalau terkait prinsip yang dipegang oleh seseorang apa ya kita pantas menuntut hak atasnya, menyalah-nyalahkan seenaknya? Dan salah satu kewajiban saya di sini adalah membantu Mbak untuk menjalankan prinsip-prinsip yang sampean pegang”.

Aksen Madura yang begitu kental tidak membuat saya merasa aneh sama sekali. Sungguh luar biasa orang ini. Saya begitu menghormatinya sebagaimana beliau menghormati saya sepenuhnya. Subhanallah…saya dipertemukan dengan orang yang begitu baik di sini. Tanpa ba bi bu panjang menjelaskan pun beliau sudah mengerti apa maksud saya mencari tempat tinggal secara terpisah dengan teman-teman PKL yang lainnya.

Memang benar, saat ini banyak orang lebih mengutamakan bagaimana haknya bisa dihargai oleh orang lain, bagaimana haknya dihormati dan dipenuhi oleh orang lain, bukan bagaimana agar kewajiban manusia tertunaikan lebih dahulu. Langka memang orang yang seperti ini. Terlebih jarang sekali orang yang respek dengan manusia-manusia yang memegang prinsipnya secara kuat. Menurut kebanyakan orang, seseorang yang berprinsip itu kolot, kaku, gak asyik dan sederet gak enak lainnya. Apalagi prinsip yang berbagu-bau agama. Benarkah?? Saya pikir itu pengecualian terhadap saya. Huehehe…

Probolinggo selama dua hari ini memberikan sederet pengalaman yang cukup mengharukan, melelahkan secara emosi, bahkan terkadang juga menyebalkan. Alhamdulillah saya bertahan hingga sekarang…semoga masih banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan dari PKL selama 38 hari ke depannya.

Probolinggo, 12 dan 13 Juli 2011..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s