Part II


“Berapa lama perjalanan dari Surabaya ke Probolinggo?”. Jawaban sebagian besar orang yang saya tanya, “4 jaman”. Waktu yang sama ketika saya mau melaju dari Surabaya ke Kediri dengan naik bis antar kota. Tidak seberapa jauh sepertinya, jadi kemungkinan saya masih bisa istirahat sejenak sebelum saya mencari tempat tinggal.

Memasuki bis TNI AL ini, saya diliputi ketakutan yang luar biasa, tidak karena bisnya yang terkesan sangar, namun membayangkan apa yang akan terjadi di Probolinggo nantinya. Saya berusaha untuk berbaik sangka padaNya, saya mencoba menenangkan diri. Saya yakin, Allah akan menolong hambaNya dengan cara terindahnya. Hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’ma an nasiir..

*****

Bis mulai melaju.. mencoba menenangkan diri dengan melihat pemandangan selama perjalanan ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Mengalihkan pikiran ini dari kekhawatiran yang lalu lalang dalam pikiran.

Kenapa perjalanan ini begitu cepat? Saya ingin menikmati jalanan ini lebih lama, berharap tak jadi menginjakkan kaki di bumi dingin tersebut.
Dan akhirnya, that ha…sampailah saya di Probolinggo!!

Apa yang akan terjadi, terjadilah…sudah, Mey! Jangan jadi cewek cengeng! Cengeng itu mengarah pada tidak keren. Perhatikan itu!

Saya lelah sekali hari ini..biarkan saya tidur dulu, kawan! Janganlah banyak tanya dengan tulisan saya. Ini adalah diari perjalanan saya…

salah satu bagian jalan yang sempat terlewati menuju Kecamatan Gading


Surabaya-Probolinggo, 11 Juli 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s