Part I


3 hari menjelang PKL

Saya bingung apa saja yang akan saya bawa ke kecamatan Probolinggo nanti. Entah kenapa saya merasa berat hati untuk melangkahkan kaki ke sana. Kemarin ada yang menanyakan, “Beneran mau ke Probolinggo? Ati-ati ya, gunung Bromo lagi aktif-aktinya. Nanti mending bawa masker, soalnya takut entar banyak abu di sana. Ya buat jaga-jaga aja.“
Bukan itu yang membuat hati ini terasa berat, tapi satu atau beberapa hal lain yang agaknya memberatkan diri ini. Ada lah! Kamu tidak perlu mengetahuinya.

Oiya, anggap saja ini diari murahan saya. Saya tidak tahu dan masih belum tahu hikmah apa yang bisa saya ambil nantinya. Namun, saya mencoba saja untuk menuliskan ini, menuliskan detik-detik penantian moment itu secara sederhana sembari mencoba mengikhlaskan ini semua. Pertanyaan “Kenapa sih harus di daerah Probolinggo? Emang gak ada yang lain, ya?” yang dulu sering berkelebat datang ke dalam pikiran, lambat laun tergantikan dengan doa sederhana, ”Mudahkanlah segala urusan ini ya, Rabb”. Saya masih belum tahu nanti tinggal di mana, makan seperti apa, menggunakan bahasa keseharian apa, bla bla bla.. Let me think positively!

Haha..sadarkah kalian setelah membaca tulisan saya ini? Bukankah saya terkesan seperti mau dinikahkan dengan orang yang tidak saya sukai? Heu heu…Probolinggo akan menjadi salah satu kota bersejarah dalam kehidupan saya.

07-07-2011 [sore menjelang maghrib WIB]
Saat mata ini ingin terpejam namun dipaksakan untuk mengerjakan tugas yang besok harus dikumpulkan. Ganbatte!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s