Behind The Scene


Dalam setiap kejadian yang dialami oleh manusia selalu terdapat hikmah yang luar biasa. Ketika menulis ini pun saya sedikit menyunggingkan senyum, mengingat apa yang saya alami sekitar dua bulan yang lalu, saat tubuh terkulai lemas tak berdaya diserang dua virus tak berhati nurani dalam sekali waktu sekaligus. Hampir-hampir tidak bisa menceritakan bagaimana rasa sakit yang saya alami (jiwa-jiwa lebay merasuki dalam menulis ini), antara mata terpejam dan terjaga hampir tak ada bedanya (karena sama-sama gelapnya), tak bisa berbuat apa-apa karenanya (jika tahu orang yang setengah hidup seperti apa, mungkin seperti itulah saya, sekedar menggerakkan jari-jari saja terasa beratnya saat itu). Sederhananya, saya seperti orang mabok! Mungkin mendingan mereka yang masih bisa ngomong. Ah, sudahlah! Tidak perlu dibayangkan betapa kacaunya saya saat itu.

Dalam ketidakberdayaan, hanya doa yang bisa dipanjatkan, harapan kesembuhan yang membuncah karena terharu abu-abu dengan semua pengorbanan saudara-saudara saya yang begitu ikhlas menjaga dan merawat saya di saat orang tua tidak berada di kanan kiri saya. Ada semangat untuk melawan semuanya! Bukankah melawan merupakan suatu implikasi dari kesetimbangan manusia saat berada di bawah control kesakitan? Dan dalam ketidakberdayaan itu pula, bayang-bayang ujian yang saya tinggalkan menggelayuti pikiran. Ya Rabb, ujianMu datang dalam waktu yang tak bisa diperkirakan. Sangat luar biasa, bukan? Hal ini sekaligus membuktikan bahwa saya tidak punya daya apa-apa di hadapan kehendakNya!

Saya yakin, seberapa kuat dan tegarnya manusia, jika sakit pasti tidak akan pernah mampu merawat dirinya sendiri. Dia memerlukan control dari orang lain atas dirinya, mengingatkan makan, membantu membelikan obat dan segala suplemen yang dibutuhkan untuk kesembuhannya. Belum lagi jika sakitnya membuat energy yang dimilikinya terkuras habis untuk melawan virus asing yang tengah menginflitrasi. Bisa apa jika tidak ada tangan-tangan dan kaki-kaki lain yang membantu menyeret saat kamu terjungkal pingsan? (Sadisnyaaaaa!! Saya beri tahu Saudara-saudara, jangan sampai pingsan di tempat yang tidak strategis, jauh dari kerumunan manusia! Bahaya!). Catatlah: orang sakit butuh uluran tangan saudaranya! Tidak usah banyak bergaya dan sok-sokan untuk mendebatnya! Setiap hari saya belajar tentang kesehatan, jadi saya tahu tentang hal ini. (Sombongnyaaaaaaa! Apa hubungannya?)

Inilah yang baru saya rasakan dan menancap benar dalam kepala saya, bahwa orang sakit tidak cukup ditanya “kamu udah makan? Apanya yang sakit? Makan, ya? Banyak minum dan makan makanan yang mengandung vitamin C biar cepet sembuh!” Bla bla bla… Kamu pikir orang sakit bisa melakukan itu sendirian? Apakah dia akan makan setelah kamu menyuruhnya makan tanpa kamu menyediakan makan ke hadapannya? Apa kamu pikir dia akan minum obat A setelah kamu menyarankan untuk minum obat A, tanpa kamu berupaya membelikannya dan membawakan minum untuknya? (Marah-marah)

Ngayal!! Semua itu mustahil dilakukan sendirian. Orang sakit cenderung tidak bisa berpikir secara logis. Selain fisiknya yang tidak menunjang, virus dan agen penyakit yang lain secara tidak langsung sudah merusak konsentrasi manusia dengan menciptakan serangan-serangan pada beberapa syaraf sel manusia. Itulah sebabnya jika ada orang sakit, kamu hanya berhenti pada simpati dengan menanyainya saja, maka pulanglah sana! Hehe…(becanda). Yeaah, orang sakit tidak sepenuhnya sadar apa yang dibutuhkannya. Dia hanya memikirkan apa yang diinginkannya. Pahami lah hal ini, Sodara-sodara!

Subhanlallah, Maha Besar Allah yang begitu sayang pada hambaNya! Saya baru menyadari bahwa sakit yang saya rasakan tidak sekedar berhenti pada penghapusan kesalahan yang dulu pernah saya perbuat (tentu belum cukup menghapus semua dosa masa lalu saya). Tidak cukup sampai di sini! Allah memberikan rasa empati yang begitu besar dalam dada ini. Kesadaran akan empati yang harus ditampakkan pada sesama manusia di saat mereka merasa kesakitan, merasa kesempitan, merasa dalam ketercekikan. Tanpa mempedulikan lagi capai yang dirasakan, tanpa menghiraukan amanah apa yang harus segera ditunaikan, bahkan tugas yang harus segera dikumpul sekalipun. Bagaimana bisa? Karena saya pernah merasakannya(mungkin juga kamu), mencoba bertahan untuk mandiri saat dalam pesakitan yang teramat sangat hingga akhirnya saya menyerah mengatasinya sendiri. Luar biasa hikmah sakit beberapa bulan yang lalu bagi saya!

Kedewasaan adalah saat manusia mau mengambil pelajaran dari apa yang dialaminya. Ujian dalam kehidupan adalah sebuah kepastian, sebuah keniscayan sebagai bukti masih berfungsinya akal manusia. Dan alangkah meruginya manusia yang tidak bisa mengambil pelajaran darinya, mensyukurinya, bersabar atasnya, dan menjadikannya sebagai pemacu untuk lebih baik ke depannya. Ingatlah sebuah sabda Rasulullah :

“Sungguh menakjubkan urusan orang Mukmin ini, bahwa urusannya itu semuanya ada kebaikannya, dan yang demikian tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan, ia bersyukur dan itu adalah suatu kebaikan baginya ; dan jika mendapatkan musibah, ia sabar dan itupun satu kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Selalu ada pelajaran berharga meski hanya seujung kuku saja. You know lah,, It’s all about something behind the scene of our life, if you want to think it..^_^

Special thanks to: saudara-saudara yang setia menemani dan mendengar rintihan saya kala terkulai lemas tak berdaya karena Virus Tiphy dan Dengue. Saya tidak bisa membalas apa-apa atas kedermawanan dan empati yang begitu besar kepada saya. Berkali-kali doa dilantunkan pun mungkin tidak akan sebanding dengan pengorbanan yang kalian berikan. Andai di kehidupan kelak saya ditanyai, “Siapa saja orang yang kau cintai-yang ingin kamu ajak untuk memasuki surgaKu setelah orang tuamu-?” . Maka akan saya jawab : kalianlah orangnya! BidadariNya yang ada di dunia! Subhanallah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s