Sangat Sederhana


“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau menikah!” serunya tiba-tiba.

?????!@#$%

Saya agak tidak memahami apa maksud dan ke mana arah pembicaraan sahabat saya ini. Saya memutar otak, berusaha mengaitkan apa yang sebelumnya dia sampaikan dengan statement mendadak yang terucap darinya. Akhirnya, dari pada pembicaraan kami tidak efektif (karena yang mendengarkan tidak nyambung), maka pertanyaan polos pun keluar dari mulut saya:

“Maksudnya? Emang ada hubungannya?”

“Bayangkan!”, dia berbicara seperti seseorang yang mau berorasi (atau berdeklamasi ya? Entahlah!). Kemudian dia melanjutkan, “Menikah itu kan gak hanya mengurus satu hal semacam TA(Tugas Akhir) ku. Kamu tahu kan Si ### (nama laki-laki partner TA-nya)?? Hanya satu masalah saja kami sering berbeda pendapat. Apalagi kalau masalah teknis. Terkadang apa yang ada di kepalaku ini susah diterimanya. Kalau dia sudah agak gak mood, smsnya bisa ngelantur. Nyangkut-nyangkutin sama thariqoh dakwah segala. Siapa yang gak bosan coba? Padahal lho dia siapa? Cuma partner TA! ”

Saya masih mencoba mencerna kata-kata yang keluar darinya. Terkadang pertanyaan yang dilontarkan, dia jawab sendiri. Ah, lucunya sahabat saya yang satu ini. Dan penjelasan pun berlanjut.

“Ini padahal hanya masalah TA. Hanya satu masalah! Kalau menikah kan yang diurusi gak cuma satu masalah. Tapi semuanya! Bayangkan kalau menikah dengan orang yang secara pola pikir dan standar penilaian aja beda. Gimanaaa jadinyaaa….. (gaya khas deklamasi ala Fitri Tropika)? Mungkin aku akan sering minggat. “

Saya ber “O” panjang. “Maksudnya kalau menikah dengan orang yang seperti partner TA kamu ya?? Saya meyakinkan apa yang saya tangkap sudah sesuai dengan jalan cerita sesungguhnya ataukah belum.

“Hemm..he eh.” Jawabnya singkat.

I got it! Saya bisa paham sekarang. Dalam pernikahan, semua hal harus dipecahkan bersama. Entah terkait masalah keluarga, masalah keuangan, masalah pendidikan, social kemasyarakat dan lain-lain. Dan jika dari kedua belah pihak tidak memiliki konsep serta sudut pandang yang sama (minimal sama secara prinsip), bayangkan saja apa jadinya. Tiap harinya diisi dengan keributan bahkan hingga lempar perabotan.
Wajar jika perceraian seringkali terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Kemungkinan besar masalahnya adalah karena tidak dimilikinya konsep keluarga yang jelas, utuh dan ideal. Keluarga seperti apa yang akan dibangun setelahnya (pernikahan) seringkali tidak terkonsep dengan matang. Akibatnya, sudah bisa ditebak. Cerai!

“Ah, gak seekstrim itu.” Mungkin akan ada yang mempersangsikan pernyataan saya.

Memang tidak seekstrim itu. Yah, minimal ada salah satu mau mengorbankan prinsip yang dipegangnya dan memiting egonya. Dengan begini kehidupan rumah tangga masih bisa bertahan. Sederhana, namun efeknya jangan ditanya. Bisa jadi sangat fatal. Depresi, frustasi, gila, dan alih-alih mencari alternative kebahagiaan dengan pihak lain. Sebutlah orang ketiga atau lebih gampangnya selingkuh. Kehidupan rumah tangga yang seperti ini bisa jadi dari luar tetap tampak baik-baik saja, namun kalau dilihat dalamnya sangat memilukan.

Just think of it..!

Banyaknya angka perceraian dan keporak-porandaan keluarga yang seringkali kita lihat di sekeliling kita sudah sewajarnya membuat otak kita berpikir lebih jauh untuk tidak membiarkan fenomena tersebut terus-menerus terjadi. Karena hancurnya keluarga menjadi awal dari rusaknya generasi yang ada di dalamnya. Meskipun ini bukan menjadi harga mutlak, namun apalah salahnya kita memasang alarm siaga. Bagaimana caranya? Kenapa kamu tidak memikirkannya? Saya sangat malas menjelaskannya!–:D

— saat-saat saya malas melanjutkan tulisan dan saat-saat saya ingin segera menyimpan kenangan percakapan saya bersama seorang sahabat yang sangat sederhana. Sangat sederhana!—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s