Ide dan Tipe Penulis (In Meyra’s Perspective)


Keinginanku untuk menulis akhir-akhir ini sedang dalam level setinggi-tingginya. Banyak sekali yang terjadi hingga akhirnya dalam kepalaku pun mengalir ratusan ide yang terkadang (atau malah sering) lepas kandas tak berbekas dalam memori ketika tidak langsung menuliskannya.

Ya, ide untuk menulis lebih sering muncul secara tiba-tiba saat kita berjalan, saat kita mencatat di perkuliahan, saat kita di maki dosen, saat ngobrol dengan teman sebaya, dan lain sebagainya. namun , lebih sering ide untuk menulis itu muncul pada saat yang tak tepat, pada waktu kita tidak siap untuk menulis.

Berbicara tentang tulis menulis, entah itu cerpen, novel, artikel, esay dan sebangsanya, tidak akan pernah lepas dengan ide dan penulisnya sendiri. Kalau masalah ide, jangan ditanya lagi. setiap orang mempunyai sudut pandang tersendiri untuk menilai sesuatu. Semakin banyak wawasan, biasanya kemampuan untuk menganalisa suatu perkara atau kejadian yang ada di sekitarnya pun juga semakin lihai. Suatu perkara bisa dinilai pantas tidaknya untuk dibahas tergantung bagaimana dan dengan cara yang seperti apa kejadian itu digambarkan dan dilukiskan lewat kata-kata.

Sedangkan masalah penulis, saya rasa lebih banyak dipengaruhi dengan karakter orangnya sendiri seperti apa. Ada orang yang suka menulis dengan gaya yang ringan, santai, enak dipahami oleh banyak orang, namun tidak sedikit penulis yang lebih suka jika bacaannya tidak dipahami oleh setiap orang. Jika menghadapi tipe penulis yang pertama, bersyukurlah..berarti kamu tidak perlu banyak menghabiskan waktumu untuk tanya-tanya ke orang, maksud dari yang dituliskannya apa. Hanya cukup senyam senyum atau marah-marah sendiri, karena pada dasarnya tipe penulis seperti ini sedikit lucu dan orangnya sedikit nyantai(tapi serius tetap ada. Karena seorang penulis dituntut juga dari segi keseriusannya),to the point dengan apa yang ingin disampaikannya. Karena cenderung ingin cepat-cepat menuliskan apa inti dari yang ingin disampaikan, biasanya penulis dengan tipe seperti ini jadi menghilangkan sense of lebay / pendramatisiran atas suatu perkara/ kejadian, sehingga terkadang tulisan yang seharusnya bisa mengharu birukan manusia yang membacanya, justru jadi terkesan biasa-biasa saja. Ya selalu ada sisi kelebihan dan kelemahan.

Dan tipe penulis yang kedua adalah mereka yang suka menuliskan bahasa-bahasa sansekerta (kalau menurut hemat seorang meyra). Kata-katanya cederung susah dipahami. Dalam setiap kalimat biasanya terdapat ratusan majas. Entah hiperbola, ironi dan entahlah lama namanya apa (pelajaran SMP yang sempat terlupakan). Majemuk bertingkat-tingkat sudah menjadi santapan bagi mereka. Siapa itu? Ya banyak! Bagaimana menghadapi penulis yang seperti ini? Kuncinya hanya dua : sabar dan buka KBBI atau Kamus Hassan Sadili. Karena kata-kata yang tidak kamu pahami sebelumnya, akan kamu temukan artinya di dua kamus tersebut. Bagusnya penulis tipe ini, dia bisa (bahkan bisa dikatakan sudah terbiasa) menggambarkan apa yang ingin disampaikannya secara rapi. Kesan kemelankolisan dari penulis bertipe ini bisa terlihat tatkala dia menyampaikan prolog cerita atau artikelnya, sehingga tidak heran kalau tulisan yang awalnya biasa bisa menjadi luar biasa hebohnya karena pilihan kata-kata yang digunakannya.

Contoh tulisan penulis tipe pertama:
Kurang ajar benar laki-laki ini! Baru masuk angkot saja sudah membuat menderita orang-orang. Bau asap rokok yang keluar dari mulutnya membuat dadaku terasa sesak.. what the hell! Dia tak merasa bersalah rupanya..

Contoh tulisan penulis tipe 2:
Bau asap tiba-tiba menyeringai masuk dalam rongga-rongga hidung ini..ah, aku tidak tahan lagi! Laki-laki yang baru angkot itu tanpa rasa bersalah tetap menyesap rokok yang ada di tangannya meski melihat orang yang berada di depan dan sampingnya terbatuk-batuk tak tertahankan dengan asap rokoknya..

Melihat dua contoh yang berbeda itu pasti rasanya juga berbeda. Namun tetap tidak menghilangkan makna yang diinginkan penulisnya. Selanjutnya, kamu pilih menjadi tipe yang mana?

NB: bagaimanapun bentuk tulisannya, selama kamu menggunakan bahasa manusia dalam tulisan yang kamu buat, akan tetap keren. Belajarlah, karena menulis yang bagi kebanyakan orang itu merupakan hal yang susah, akan selamanya menjadi susah jika tidak mau belajar. Perkara ide…ayolah, banyak hal di sekitarmu yang bisa kamu jadikan bahasan dalam tulisanmu..sok atuh! (jangan tanya ini artinya apa, hanya meniru banyak orang aja.haha..). Selamat menulis….

One thought on “Ide dan Tipe Penulis (In Meyra’s Perspective)

  1. cukup menarik tulisan yg membahas teori keterampilan menulis. Kebetulan saya guru bahasa Indonesia, sekaligus penulis, plus pejuang Khilafah. Salam kenal dan salam revolusi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s