Kurang Nama


Dulu tidak pernah memprotes orang tua terkait nama saya. Tapi setelah hari ini membaca catatan pasien seorang lulusan fakultas kedokteran hewan, saya jadi mencak-mencak tidak terima setengah mati (Pengen ganti nama aja..hiks3…). Nama saya digunakan sebagai nama piaraan. Kagak tanggung-tanggung, diberikan pada anjing. Meskipun, tidak sepenuhnya sama, tapi itu sudah menunjukkan kemiripan dengan nama panggilan saya sehari-hari..

Ci-Mey(Nama anjing)
Mey-Mey (Nama anjing)

Gak sama dari mananya coba??? (Tidak usah menghibur saya)

HuHuhu…

Jika tidak menemukan hikmah dalam tulisan kali ini (yang ada hanya sekedar kekonyolan), saya harap bisa dimaklumi. Saya hanya berbagi pengalaman, lain kali mending kasih nama anak dengan nama-nama Islami saja. Karena besar kemungkinan tidak akan ada orang yang memberikan nama pada anjingnya dengan panggilan “Kamila, Safira, Shafa, Fatimah” dsb..

–Mei 17 Mei 2011– “Ibu, ganti nama aja ya…Banyak nama keren lainnya kan? (Yeah, meski nama yang kumiliki udah cukup keren)”

Hei, bari penggemar hewan..plis donk..jangan kasih nama piaraannya dengan yang keren2 gitu..Emang kurang nama ya!?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s