Ab4Bil (Alias Ababil)


Dosen itu tiba-tiba menghentikan presentasi kelompok kami yang baru sampai di menit ke 40. Entahlah, mungkin malah kurang dari 40 menit kelompok kami menjelaskan tentang konsep perubahan perilaku pada anak-anak usia sekolah.

“Kelompok ini tidak bisa mengalokasikan waktu! Saya stop dulu ya diskusinya. Ganti sama kelompok lain. Nanti waktunya tidak cukup. Kan saya sudah kasih tahu aturan mainnya sebelumnya pada kalian”.
Benar! Kelompok kami tahu sepenuhnya alokasi waktu yang diberikan berapa menit. Untuk presentasi maksimal berapa menit, dan untuk diskusi maksimal berapa menit. Namun berhubung kelompok sebelumnya tidak mendapat teguran saat presentasi hasil proposalnya, maka kami memberanikan diri untuk melanjutkan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tengah diajukan pada kelompok kami. Sialnya, dosen itu seakan-akan menuduh kami tidak menghargai waktu. Padahal, jika mau dihitung-hitung. Kelompok sebelumnya lah yang banyak menghabiskan waktu (ekspresi tidak terima saat menulis inipun masih sama saat pertama kali kelompok kami mendapat perlakuan yang tak wajar dari dosen tersebut. Bayangin aja, di depan kelas Bo’..)

*Bersungut-sungut, marah, kesal, pengen ngunyah orang, dan semuanya lah..*

Dan beberapa menit sebelum kejadian itu, saya sempat dimarahi sama dosen atas ulah teman-teman saya yang sudah berlaku tidak sopan kepadanya, tidak menghargai keberadaannya dan bla bla la la bla.. Tidak cukup disitu, saya pun disalahkan atas kealpaan saya membawakan presensi kelas. Haduh malangnya…TT. lalu pada saat teman saya menanyakan,

“Mey, absensi ergonomi di mana?”

Huhhtt(wajah kesal)..”udah jangan tanyakan itu! Bikin BT aja!” ingin rasanya meremas-remas dan memlintir kuping orang-orang pendidikan yang tidak meletakkan presensinya di tempat yang seharusnya. Kesal! Gara-gara ketidak-adaan presensi itu saya jadi kena marah sama dosen. Ditambah lagi ditanyain terus sama teman-teman. Haduhhh, isinya pengen memarahi mereka saja. (sadar gak?? Masa ada seorang muslim yang gak lemah lembut gitu sama saudaranya??!!)

Dan pada saat dinasehati panjang lebar di dalam ruangannya, saya hanya mendengarkan, terkadang mengiyakan, dan terkadang juga menyalahkan (maksudnya menyalahkan teman-teman saya yang sudah membuat saya kena getah atas perilaku mereka.. huuuuhhhfft..). Yang pasti saya tidak terima!!

Ada satu lagi sebenarnya yang membuat saya geram hari ini. Namun tidaklah saya bagi di sini. Yang ada hanya akan membuat kalian tertawa gembira membayangkannya. Hari ini cukup membuat emosi saya meletup-letup. Dan tidak sadarkah dengan apa yang terjadi pada saya hari ini?? Tidak lain dan tidak bukan (saya bingung nih kalimat siapa pencetusnya) adalah saya belum bisa mengontrol emosi. Dengan kata lain saya masih labil. Dan karena saya masih tergolong ABG (Anak Barusan Geram), maka sebutlah namanya ABABIL alias ABG labil!

Surabaya, 12 Mei 2011 – saat menyadari bahwa saya termasuk dalam kategori ABABIL. Tapi bukan ababil yang seperti ini! Sumpah dech, kalau yang ini parah banget!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s