Status Cinta


i must have been a fool to love you so hard for so long…
so much stronger than before, but so much harder to move on…


(gubragkkkk…puisikah atau syairkah saya tidak tahu).

hahahaha…saat ini mungkin saya hanya bisa menertawakan status sahabat saya ini, tapi di lain waktu bisa jadi saya akan termakan ke-lebay-an dan kemelankolisannya saat merasakan bunga-bunga cinta bertaburan di hati dan menggelayuti pikiran. Heu heu.. bisa jadi! Sumpah, status-status seperti ini tidak saya temukan satu atau dua kali saja pada teman-teman saya, tapi puluhan kali (barangkali), lucu, menggelitik, mengusik, menggoda saya untuk mengabadikannya dalam coretan tangan saya.

Cinta itu misterius ya?! Sampai-sampai saya muncul jutaan pertanyaan dalam benak saya “ada apa dengan kata cinta?” Karena sebagaimana kita ketahui bersama cinta membuat semuanya menjadi beda. Orang jutex jadi bisa sok peduli gara-gara kesetrum cinta. Orang bodoh bisa tiba-tiba menjadi agak-agak pintar karena sengatan cinta. Orang yang suka marah bisa kesulap jadi baik gara-gara kena manisnya cinta. Dan begitulah ajaibnya cinta. Dia bekerja dengan mekanismenya sendiri, memberikan kucuran berjoule-joule energi pada manusia-manusia yang tengah merasakannya.

Memang tidak bisa saya pukul rata, menganggap orang yang jatuh cinta itu mirip-mirip orang gila semuanya. Saya memakluminya, saya memaklumi orang yang mencintai dan berani terbakar dengan cintanya (halah, yang ini ngomong apaan), hanya saja ketika cinta itu jatuh pada orang yang layak dicinta dan Sang Pemilik cinta pun mencintainya. Bukan cinta sesaat yang hilang saat termakan usia, lunglai seiring berkurangnya tenaga. Dan itu hanya bisa tercipta ketika cinta berada di atas satu keyakinan, pemahaman dan pandangan yang benar. Karena dia tak akan goyah ketika badai ujian menerpa, saling mengeratkan ketika merasa pongah satu sama lain. Cinta membara yang berada di atas jalanNya..(suit-suit!! Tumben-tumbenan bicara puitis).

Ah, sudahlah..saya tidak mau berdalil ria di sini. Sudah cukup banyak penulis yang membahas masalah cinta. Namun di sini saya hanya bisa menyarankan (khususnya bagi kawan-kawan saya yang tengah dimabuk kasmaran serta memenuhi status FB dan twitternya dengan kata-kata yang membuat saya tertawa.

Jika sudah saatnya dan kamu siap dengan seluruh konsekuensinya, tunaikan separuh agama itu! Separuh agama yang akan menggenapkan separuh kehidupanmu, memberikan nafas perjuangan baru, ladang pahala bagimu dan pasanganmu kelak. Yeeeaa,, sebutlah namanya menikah. Suatu momentum besar yang akan menjadi sumber pembelajaran bagimu ketika mengemban amanah dan peran baru, sebuah pengabdian baru, pengorbanan yang lain dari kebanyakan pengorbanan yang ada. Dan yang tak kalah penting: menikah itu suatu bentuk ibadah manusia kepada Tuhannya. Kepada Allah Azza wa Jalla yang akan menghindarkan manusia dari perzinaan.

Ssstttt tambahan lagi, katanya kakak saya: “menikah itu enak loh!” –Dasar usil!

–Di selesaikan di malam hari saat merenungkan perkataan seorang kakak yang sudah berkeluarga, sekaligus menjadi perenungan panjang atas pernyataan saya pada seorang kawan melalui situs jejaring social yang dengan entengnya saya menyatakan: sedang menikmati keter-single-an. Dan ketika melihat senyum ceria keponakan saya yang baru memasuki kelas 1 SD kemarin, saya benar-benar mulai memikirkannya. Huhuhu… seandainya menikah itu mudah seperti sulapnya Cinta Kuya— haha, tuh kan saya jadi ikutan alay!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s