Cemburu = Menguras Bak Mandi


Seorang teman mengaku kalau dia cemburu pada wanita yang tengah duduk di bangku sebelah pria itu. Yah, agaknya dia sedang jatuh cinta. Entah pada pandangan ke berapa, pertama kedua atau ketiga. Yang jelas memang tampak sebuah kecemburuan di mata teman saya yang saat itu duduk bersebelahan dengan saya.


Lantas saya mencoba bertanya untuk mengalihkan focus perhatiannya yang saat ini tengah duduk bercengkrama bersama si “dia”. “Ada sesuatu yang lebih menarik dari sekedar memelototi mereka?”

“tidak!” jawabnya agak ketus.

“Owh, saya mau makan ini saja kalau menurutmu ini tidak jauh lebih menarik dari pada mereka berdua.” Saya membiarkan sebungkus kue bronies terbuka di depannya. Kemudian saya sengaja melahapnya dengan bergaya model iklan kue lezat yang ada di TV2. Saya tahu benar bahwa dia menyukainya lebih dari jajan lain yang ada di kampus saya. Kalau ini tidak cukup efektif, saya akan mencoba dengan yang lain. Bisa jadi dengan memukulnya! Haha.. dan ternyata trik busuk saya lumayan jitu. Dia bertanya dengan polosnya,”masih ada lagi gak?”
Sebenarnya mereka (si “dia” dengan dia”) tidak hanya berdua, tapi juga berbanyak orang. Namun karena pada saat itu kebetulan dia duduk di sebalah orang yang disukainya, maka hatinya tidak terima. Masalah hati kalau sudah terpaut pada seseorang memang susah dikendalikan tangan manusia. Inilah buktinya!

Saya memberinya kue (meski sebenarnya tak sepenuhnya rela karena perut yang masih keroncongan)
, lalu saya sedikit bergaya.

“manusia cemburu itu lumrah adanya. Dan jika terjadi demikian, maka tersiksa batinnya. Bukankah demikian, kawan?”

“iya,..”dia menjawabnya sambil mengunyah brownies yang tadi saya beri.

“Itu semua sudah naluriah, alamiah terjadi pada manusia tatkala dia jatuh cinta. Tidak bisa dihilangkan…” belum saya menyelesaikan, lalu tiba-tiba dia menyela.

“jadi aku gak salah kan? Wajar toh?”

“iya, wajar. Tapi tunggu dulu, biar saya lanjutkan. Perasaan itu tidak bisa dihilangkan, namun bisa diminimalkan. Salah satu caranya adalah dengan makan brownies sepuasnya. Gimana? Enak gak? Yang gratis kan biasanya enak..ckkk..” saya mulai sedikit menggodanya.

“haha..sumpek banget tau’”

Manusia dikaruniai Sang Pencipta, Alloh SWT dengan segala potensi kehidupannya. Dengan potensi inilah manusia benar-benar nampak hidup. Dengan potensi ini juga manusia menjalani aktivitasnya. Mulai dari potensi jasmaniah yang begitu mendesak pemenuhannya hingga naluri yang kondisional pemenuhannya. Tak ada masalah kalau kita agak ngeyel dalam masalah jasmaniah missal pada urusan perut, entah itu makan, minum, BAB, atau tidur, tapi kalau kecintaan terhadap seseorang, kecemburuan yang membabi buta, dan perasaan gundah gulana pada si dia, tidak lebih dari sekedar naluri yang tak selamanya harus dipenuhi. Naluri yang memang tidak bisa dihilangkan, namun bisa ditekan pada level terkecilnya. Dan kalau tidak mau cemburu, jangan terlalu mencintai seseorang/sesuatu. Karena jatuhnya hanya menyiksa kita. Ingatlah, hanya menyiksa, bukan membunuh.

“Ngawur!! Emang perasaan bisa dikontrol, bisa disuruh2??” nadanya tiba-tiba meninggi.

“tentu bisa. Aku bisa. Kenapa kamu gak bisa, haiyoooo??”

“karena kamu gak pernah jatuh cinta!! :p”

“Itu baru ngawur!! Emang aku batu?!”

“iya! Kan kamu jutex kaya batu! Wkkk….”

*&^%$#@

Posisikan kecemburuanmu pada satu hal yang pas, pada satu hal yang memang patut dicemburui (orang pinter missal. Atau orang yang sholeh/ah dll) yang sifatnya menjadikanmu lebih baik, memotivasi untuk berubah dsb. Jika tidak cukup bisa menempatkannya, cukup minimalkan . bagaimana caranya? Alihkan perhatianmu, dan anggap dia tidak ada! Kalau masih tidak bisa, banyak2lah berdiskusi dengan saya! Haha..

Tapi saya akui, cemburu itu = menguras bak mandi. Capeeeeeeeekkkk!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s