Musyawarah dan Voting (Ensiklopedi-kaha)


Musyawarah berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata “syawara” yang pada mulanya bermakna mengeluarkan madu dari sarang lebah. Makna ini kemudian berkembang, sehingga mencakup segala sesuatu yang dapat diambil atau dikeluarkan dari yang lain, termasuk pendapat. Musyawarah dapat juga berarti mengatakan atau mengajukan sesuatu. Kata musyawarah pada dasarnya hanya digunakan untuk hal-hal yang baik, sejalan dengan makna dasarnya.musyawarah

Dalam musyawarah, semua anggota bebas mengemukakan pendapatnya. Dengan kebebasan berdialog itulah diharapkan dapat diketahui kelemahan pendapat yang dikemukakan, sehingga keputusan yang dihasilkan tidak lagi mengandung kelemahan. Dengan demikian, kata musyawarah merupakan istilah yang lazim di telinga kaum muslimin untuk memilih mana yang paling baik dari yang baik, dan mana pendapat dengan hujjah (bukti) yang terkuat.

Sedangkan yang dimaksud voting…

Pemungutan suara (voting) sering digunakan oleh lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi baik dalam sebuah negara maupun dalam sebuah perkumpulan biasa, di dalam mengambil sebuah sikap atau dalam memilih seorang pimpinan dan lain-lain. Cara ini sudah menjadi sesuatu yang tidak asing lagi di mata kita, karena semua permasalahan diselesaikan dengan cara mengambil suara mayoritas atau dengan pemungutan suara itu. Dengan pemungutan suara secara otomatis siapa saja / masyarakat umum bisa dilibatkan di sini.

Kelihatan bedanya?? Tentu!!

• Musyawarah melibatkan orang yang dia mempunyai dalil/argumentasi yang kuat, sedangkan dalam voting tidak berlaku prinsip demikian, siapapun boleh ikut.
• Musyawarah berorientasi pada proses dan kekuatan pendapat/dalil, sedangkan Voting hanya berorientasi pada suara. Tak peduli suaranya siapa!

Yang jarang terpikirkan oleh kebanyakan orang: Voting menjadikan suara orang yang tak berilmu dengan orang yang berilmu sama, suara orang yang suka mabok dengan orang yang taat agama sama, orang yang suka menjual diri dengan orang yang selalu menjaga diri sama! Di sinilah lemahnya voting!

Dan satu fakta menarik lagi: sekarang voting lebih didominasi oleh orang-orang berduit! (ini yang terjadi pada ranah perpolitikan). Bayangkan ketika suara mayoritas didominasi oleh orang-orang yang tak bermoral! Apakah itu dianggap tidak sah secara hukum?? Tentu tidak demikian!!

Maka, apakah voting = musyawarah yang selalu dikonotasikan untuk sesuatu yang baik?? Mana yang terlihat serius, dan mana yang terlihat asal-asalan?? Let’s think it deeply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s