Alert!!


Kepicikan ini terus membuntuti, menghantui dalam diri tatkala ingin merajai kebusukan yang tengah terjadi dengan satu konsep keteraturan yang menancap di pikiran ini, memberontak tatkala melihat kemungkaran yang meraja lela. Namun, setan menggoda, menyelinap masuk ke dalam mental teri bawaan orok. Tiba-tiba tak punya nyali untuk membenturkan pemahaman yang ada di kepala.

Yeah, saya terbawa oleh kenyataan pahit yang sangat menyebalkan. Bahwa konsep keidealan yang saya punya tidak sejalan atau sangat jauh dari kenyataan. Di sinilah ujian keimanan datang! Ragu dalam langkah, terseok-seok dalam mengemban. Haha..mungkin ini yang namanya futur dan butuh suntikan provokasi.

Tapi tidak akan berhenti sampai di sini! Justru ketidakidealan inilah yang seharusnya memicu spiritualitas dalam meneriakkan konsep diri. Membumikan pemahaman dalam barisan retorika yang bisa mengguncang pemikiran manusia-manusia pengikut arus perkembangan jaman, tren, mode dan apalah namanya. Saya tidak mau berhenti dan gila sebelum waktunya! Saya tidak mau seperti Nietzsche atau si Marx yang gila atas ketidakidealan yang ada dihadapannya.

Jadi teringat bagaimana beraninya (setidaknya dalam pandangan saya di tengah-tengah mental pecundang saya dan teman sekelas saya yang lain), seorang sahabat memajang poster bikinan sendiri (sumpah, sebenarnya jelek sekali! Tapi kata-kata yang ada dalam posternya sudah cukup mewakili pesan yang ingin disampaikan). Intinya hanya: HENTIKAN SELURUH EKSPLOITASI YANG MENUMPAHKAN DARAH KAUM MUSLIMIN DI IRAQ! (ini jaman saya masih SMP, hangat-hangatnya perang Iraq yang didalangi oleh Amerika).

Jiwa muda, memberontak, memegang idealisme yang ada dalam pikirannya ketika melihat ketidakidealan yang ada di sekelilingnya. Lumrah!! Tapi, jiwa muda jiwa yang labil, butuh kawan untuk mencari afirmasi (pembenaran), bahkan rangsangan untuk mau melawan. Adakalanya tujuan keidealan yang ingin diwujudkan terbentur dengan kenyataan atau permasalahan yang harus dilawan.
Ah, saya rasa tulisan ini sangat memusingkan bagi kalian..

Saya hanya ingin mengembalikan jiwa-jiwa pelawan yang saat ini berada dalam level serendah-rendahnya..jika tamparan dan makian bisa mengembalikannya, maka tak apa. yang pasti saya hanya ingin segera keluar dari jiwa pecundang (saya tahu ini sedikit berbau pemaksaan). Dan setelahnya, saya ingin mengumandangkan lagu Em- Rapper kulit putih- yang berjudul I’m not afraid:

I’m not afraid to take a stand
Everybody come take my hand
We’ll walk this road together, through the storm
Whatever weather, cold or warm
Just lettin’ you know that, you’re not alone
Holla if you feel that you’ve been down the same road

Yeaaa…tak peduli apa yang ada di depan menghadang langkah kaki ini, tak peduli suara sumbang yang mencoba menyelimuti, menyeruak masuk mengikis iman dan semangat perubahan yang diimpikan. Karena saya memilikimu yang tak ada hentinya untuk mengingatkan, memberi semangat pada setiap senyuman yang kamu berikan..engkaulah saudara seiman..

Cukup teriakkan pada saya ketika semua kepicikan terjadi lagi dan lagi, “Woe,,bangun bangun…saatnya berdiri, menghujamkan azzam untuk meneriakkan perubahan. Bukan malah fesbukan!!” hehe..ampun dah.. lalu lagu em akan terdengar kembali:

We’ll walk this road together, through the storm
Whatever weather, cold or warm
Just lettin’ you know that, you’re not alone

Alert for you and me. So, just do something as soon as possible! Or we’ll be the ruins of that virus named “futur”..🙂

Saudaramu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s