Pembiasaan dan Kebiasaan


Panggilan “kak “ bagi saya merupakan satu panggilan yang agaknya selalu mengganggu telinga. Entahlah..saya rasa ini hanya masalah pembiasaan. Saya tidak terbiasa memanggil dan dipanggil dengan kata itu. Dan saya tidak pernah berpikiran untuk mencoba menggunakan kata itu untuk menunjukkan rasa hormat pun rasa sayang pada orang yang jauh lebih tua dari saya. Maka tak heran ketika ada orang yang menuntut saya untuk memanggilnya dengan kata itu, jiwa saya memberontak, ada ketidak nyamanan tersendiri yang terselip dalam hati, bahkan terkadang menertawakan diri sendiri. lantas sekarang, saya mencoba membiasakan telinga saya untuk kata yang satu itu, mencoba tidak mempermasalahkan lebih tepatnya.

Pembiasaan. Bukanlah satu proses yang rumit, pun bukanlah satu proses yang gampang. Pembiasaan tak serta merta mudah teraplikasikan, terlebih untuk sesuatu yang sangat besar-yang pada hakikatnya berbeda dengan apa yang menjadi kebiasaan, bahkan kesenangan kita. Satu contoh kecil ya apa yang saya tuliskan, dan yang besar apa yang tengah menjadi satu cita-cita besar yang –mungkin- tengah Anda inginkan.

Impian besar tak akan terwujud tanpa ambisi dan optimisme tinggi untuk merubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang kita miliki. Karena pada hakikatnya perwujudan impian butuh sebuah pengorbanan. Bisa jadi dengan penghabisan tenaga dan harta yang kita miliki, pemberangusan kebiasaan kita sehari-hari –yang mungkin sama sekali tak ada korelasinya dengan apa yang menjadi impian kita , dan banyak hal lagi. Banyak orang bilang tak sanggup ketika di ajak untuk merubah keadaan di sekitarnya, tapi jarang orang yang mau jujur bahwa sebenarnya apa yang menjadi permasalahan terbesarnya adalah : MAU DAN TIDAK MAU nya dia untuk merubah apa yang sudah terbiasa mereka lihat dalam kehidupan sekitarnya. Perlawanan terhadap arus yang sudah menjadi hal lumrah memanglah bukan hal yang mudah. Itu sudah menjadi teori lama. Orang sekaliber Rasulullah saja harus menjalani variasi konsekuensi dalam menapaki jalan dakwah Islam. Dihina, digunjing, siksaan pun tak luput dari dirinya.

——– [bagi Anda-termasuk saya- yang menginginkan membangun peradaban agung dengan Islam],——–

Sekarang perhatikan apa yang tengah dan saya pikirkan-bahkan lakukan atau bahkan menjadi kebiasaan-,

Jika semua kesibukan-entah tugas kuliah, masalah pribadi dan tetek bengek yang bersifat individu- menjadi sesuatu yang selalu kita fokuskan,

Jika kita selalu berkutat pada pertanyaan “BISA DAN TIDAK BISA/SANGGUP DAN TIDAK SANGGUP”,

Jika kita selalu meremehkan untuk membiasakan sesuatu yang mulia(bahkan hal yang kecil sekalipun),

Jika kita masih ridho terhadap sistem kehidupan yang sekarang tengah diterapkan dalam kehidupan kita,

Jika kita masih menunggu waktu yang tepat untuk ikut sebuah arus revolusi, melawan arus yang saat ini tengah membelenggu ideologi mulia ini,

Jika dan hanya jika [bukan maksud hati melibatkan sebuah logika matematika] semua itu masih ada dalam diri kita dan menjadi kebiasaan bahkan pembiasaan kita,,,,maka jangan harap impian kan jadi kenyataan.

[this is dedicated for everyone who has a big dream to unite the people around the world under one flag “Lailahailallah muhammad ar rasulullah”]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s