Dan Mempertanyakan…


Video Khilafah Conference berdurasi 1 menitan itu cukup membuat hati ini bergetar. “Fall of capitalism,and Rise of Islam!”. Ditambah efek suaranya yang agak bernuansa heroik seperti dalam film-film kolosal buatan Amrik. Ya mungkin gara-gara yang buat videonya juga orang Amrik, jadi lumayan terbius. Meski videonya dibuat tahun 2009 yang lalu, tapi efek visualnya mampu menghipnotis pikiran saya untuk merenungkan kembali keberfokusan dalam kehidupan yang serba sempit dan singkat ini. alhamdulillah…akhirnya saya tersadar kembali.

Di saat-saat futur seperti ini, pikiran selalu mudah dibawa terbang melayang ke satu zona yang kadang tak pernah saya pikirkan. Jika saja…andai saja…mungkin akan lebih baik…dsb… pikiran saya kacau. Entahlah,…saya penat akan tumpukan tugas plus tuntutan dari teman dan dosen-dosen. “mey, tolong kerjain yang ini ya..kumpul besok!”, atau dengan ungkapan senada,” mey, temen-temen dah pada ngeluh ngerjain tugas ini itu, jadi tolong kamu yang ngerjain ya..setelah itu, kirim ke email-q”. Ah, lupakan saja itu barang sejenak…dan nikmati dulu browsing video-video yang bisa mengembalikan semangat Rebelitas atas sebuah realitas. Realitas bahwa sampai saat ini masih banyak umat Islam yang terpuruk, terabaikan, termajinalkan, dan hidup terseok-seok dalam kubangan sistem yang membuat manusia menghambakan sesamanya.

Dalam hal ini, saya bukan bermaksud berbangga dengan video Khilafah Conference yang diadakan di Amerika tersebut, tapi lebih dari itu…saya berbangga karena Islam saat ini tengah diserukan juga oleh orang-orang yang notabene sejak kecil otaknya sudah dipenuhi pemikiran-pemikiran kapitalisme dan isme-isme yang lain dari pemuja ideologi sesat itu. Subhanallah, semangat mereka untuk mengadakan mengembalikan panji-panji Islam “Lailahailallah muhammad ar rasulullah” begitu besar. Lantas saya merasa kecil di hadapan saudara-saudara saya di Amerika, Libanon, Australia, dan negeri-negeri barat lainnya. Mereka bagaikan membangunkan singa di kandang mereka sendiri. tak pernah takut akan kecaman, intimidasi, ancaman, dan berbagai tekanan.

Dan sekarang saya mempertanyakan….

sejauh mana peluh mengucur demi tegaknya panji-panji Islam?
Berapa banyak air mata yang terjatuh karena sakitnya menggenggam bara Islam dan memperjuangkannya?
Berapa banyak harta yang diikhlaskan demi tegaknya institusi yang akan menaungi seluruh kaum muslim ini?
Berapa menit waktu luang dan kesenangan yang tergadaikan untuk arus revolusi ini?

Berapa banyak…sejauh mana….seberapa besar….—akhirnya kepala saya penuh dengan jutaan pertanyaan mematikan yang saya pun malu untuk menjawabnya.
…lagi-lagi mempertanyakan….dan jika kalian pun juga mempertanyakan….

[in memorian of something has lost from my life. Hope it will come back to me soon]
.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s