Godaan Vs Keberfokusan


Dalam setiap pilihan yang kita tetapkan, akan selalu ada godaan. Entah itu dalam skala besar maupun kecil. Entah dalam bentuk kebahagiaan ataukah kesedihan. Semuanya hadir dalam bentuk yang beraneka ragam. Bisa jadi dari kesenangan kita, kebiasaan kita, nafsu kita, bahkan orang yang ada di sekitar kita. Semuanya berpotensi untuk menggoda dan mengalihkan focus manusia pada pilihan yang ditentukannya.

Sebut saja saya (saya lebih suka menjadikan diri saya sebagai korban dari pada harus bingung-bingung mencari contoh lain hingga takutnya nanti justru bisa kena damprat orang yang saya jadikan korban). Saat saya mau membalas sms dari seorang teman, tiba-tiba adek kost datang tanya, “Lho Mbak, kapan pulang?”. Spontan saja jari-jari saya mengetik “tadi, ..” . padahal mulut belum sempat mengucapkan, tapi tangan sudah g sopan nylonong nulis duluan. Itu namanya saya kehilangan focus.

Pengalihan focus menjadi senjata pamungkas menghancurkan manusia, bahkan juga umat manusia. Seorang Sophyan sophiaan (siapa sih nama artis yang udah meninggal itu?? Namanya susah banget!). nasib naasnya bisa jadi karena dia tidak focus menyetir mobil. Ujungnya, tau sendiri lah (ya selain bagian dari takdir Allah tentunya). Ini bisa jadi…Seorang pengemban dakwah bisa jadi keluar dari jamaahnya karena tergoda dengan rayuan setan berkepala manusia yang menjelma jadi seorang pria luar biasa.

Yahudi dan musuh umat Islam pun juga begitu lihai mengalihkan focus umat Islam dari tujuan hidupnya. Ingin mengalihkan pemuda dari focusnya, maka diciptalah kompetisi-kompetisi murahan sebangsa Miss Universe, kontes idola, ajang pencarian bakat, world cup de el el. Ingin mengalihkan focus seorang ibu dari perannya mengurus rumah tangga, maka tinggal diciptalah isu gender, wanita karir de el el. Ingin mengalihkan anak-anak dari belajar tinggal diciptalah game-game Zuma, Mario dan sebangsanya. Ingin menngahancurkan perekonomian Indonesia tinggal diciptalah krisis moneter dengan menjeblokkan nilai saham perusahaan-perusahaan Indonesia.

Hmm sebutlah namanya nona “ujian”, bung “cobaan”, adek “kerikil” atau apalah yang sejenis dengan mereka. Saat lawan kita mencoba menghilangkan focus kita dan ketika kita terpesona pada upaya mereka untuk mengalihkan focus kita, maka itulah sejatinya keberhasilan mereka. Setan pun demikian. Selalu mencoba mengalihkan focus manusia dari tujuannya. Sebenarnya tak ada setan yang menginginkan manusia untuk bedah plastic menyerupai bentuknya atau menyerupai kesukaannya (yang katanya orang suka dupa sama kembang tujuh rupa), tapi cukup dengan manusia mau mengikuti godaan mereka, maka itulah kemenangan mereka.

Maka ketika ada seseorang yang mencoba mengalihkan fokusmu dari tujuan awal, bisa jadi dialah setan. Hehe..bisa jadi..dan hati-hatilah…….cause everything’s possible.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (TQS. Al-Baqarah [2]: 214)

Wal akhir, jika godaan datang mengalihkan focus kita, mencoba membisikkan bualan-bualan di telinga kita, mencoba memperbudak kita…mintalah pertolongan Allah, Zat Pembolak-balik hati manusia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s