Sebuah Negasi


Saya tidak ingin mengatakan bahwa anak muda, generasi muslim jaman sekarang sedang mengalami degradasi dalam segala lini kehidupannya. Tidak! Sama sekali tidak ingin mengatakannya. Tetapi ketika mata ini mencoba berfokus pada dunia nyata yang tak bisa ditipu keberadaannya, maka semua keinginan untuk tidak mengatakan hal tersebut hilang secepat kilatan cahaya, secepat badai tornado melahap rumah-rumah dalam radius yang bisa dijangkaunya, secapat kedipan mata. Yang pasti, saya berubah pikiran!! Dan inilah sebuah negasi!

Mata kita jelas sudah terbiasa dengan pemandangan makhluk bernama wanita yang berlenggak-lenggok dengan pakaiannya yang serba press body, dan serba minimum in size. Dan yang pasti, mereka dalam usia yang masih tergolong muda! (kalaupun ada yang tua, mungkin dia termasuk orang tua yang udah gila. Haha..). Tentu saja dalam benak kita masih tersisa sedikit memori bagaimana dua kubu mahasiswa yang suka beradu eksistensi dan keperjakaannya dengan melempar segala sesuatu yang bisa dilempar kepada lawannya. Pacul, clurit, golok, batu bahkan kalau perlu sandal jepit butut pun turut dilayangkan ke lawannya. Saya yakin bukan hanya mata saya yang menemukannya, tapi juga mata Anda. Tidak kemarin, tidak sekarang, kita masih bisa menemukannya, bahkan besok pun juga kemungkinan kita masih menemukannya.

Belum berhenti di situ, akhir-akhir ini tentu telinga kita masih bisa merasakan hangatnya berita tentang skandal “perhelatan panas di atas ranjang” artis ibu kota ternama yang divideokan dalam durasi entah cuma berapa menit. Kemudian hot news berbadan duanya seorang artis yang sudah dua kali masuk penjara hingga bagaimana ratusan simpati mendatanginya untuk memberi dukungan terhadapnya. Ah, dunia sudah berbalik!! yang baik jadi terlihat buruk, yang jahat jadi terlihat bijak, yang benar jadi terlihat salah dan sebaliknya. Dunia memang sudah mengalami revolusi yang sebesar-besarnya, termasuk di dalamnya revolusi (atau lebih tepatnya pergeseran) definisi. Orang yang berupaya menjalankan nilai-nilai agamanya dibilang sesat, ekstrimis, fanatic, jamaah setan dsb. Dan lucunya, orang-orang yang malah suka hidup seenaknya sendiri, memlintir ayat Tuhan semaunya sendiri justru dibilang normal. Wah, dunia ini makin gila saja!

Perhatikan saja bagaimana pemuda-pemuda era di mana alQuran dan As Sunnah dijadikan satu-satunya pegangan kehidupan bagi umat Islam,,,tak kan pernah lupa dengan nama Ibnu Sina, ulama sekaligus ahli kedokteran yang darinya kemudian cabang-cabang ilmu kedokteran pun bermunculan. Atau sekaliber Ibnu Khaldun yang sangat lihai menuliskan bait-bait ilmu ekonomi dalam kitabnya. Dan dalam bidang strategi kemiliteran, tak kan pernah terlupakan nama Muhammad Al-Fatih yang mencurahkan sebagian besar masa mudanya untuk mempersiapkan pasukan penaklukan Konstantinopel. Atau juga nama Thariq bin Ziyad yang dengan gagahnya membakar semua kapal tempurnya untuk membuat pasukan tak pernah berbalik arah meinggalkan Kota Andalusia. Sebuah pertanyaan besar berkecamuk dalam pikiran, “dunia saat ini sudah jauh berubah arah, lantas siapakah yang akan mengembalikan arah ini ke orbit yang benar??”

Saya ingin mengatakan perubahan, bagaimana selanjutnya dengan kalian saudaraku seiman???

“….Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (TQS. Ar-Ra’du [13]: 11)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s