Mahasiswa g peduli, apa jadinya negeri??


Sibuk dengan tugas dan aktivitas perkuliahan sudah hal yang normal bagi seseorang yang mengakui bahwa dirinya mahasiswa. Dengan kesibukannya(entah kuliah ataupun mengerjakan tugas, buka fesbuk, tongkrongan dan sebagainya), tak jarang seorang mahasiswa sampai lupa makan, lupa waktu, bahkan lupa mandi(hehe…jangan sampai ini terjadi. Sangat berbahaya!!^_^).


Kesibukan demi kesibukan seperti itu sudah menjadi hal yang bisa dimaklumi, tapi satu hal yang mungkin terlupakan oleh mahasiswa, jarang terpikirkan dalam benak setiap mahasiswa, dan bahkan tak dirasakan sama sekali oleh mahasiswa, yaitu keterpurukan negeri yang semakin hari semakin terlihat nyata. Tak heran jika hal ini terjadi. Pasalnya mahasiswa saat ini sudah terkungkung dalam dunianya sendiri, berputar-putar dengan urusannya sendiri, terlarut dengan kesibukan dan aktivitasnya tiap hari, hingga tak peka dengan masalah yang sedang dihadapi negeri. Pertanyaannya, bagaimana negeri ini bisa maju jika hampir semua generasi intelektualnya hidup dalam dunianya sendiri?? Bagaimana bisa mewujudkan negeri yang mandiri dan bermartabat jika kalangan intelektualnya terus menerus terpenjara dalam kesibukannya yang terkadang tak memberi arti pada negeri ini?
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kemerdekaan yang sudah diraih oleh Indonesia , meski sudah selama 65 tahun, ternyata masih belum bisa membawa negara ini untuk lebih maju dan mandiri. Pasca reformasi Indonesia seolah-olah justru sedang meluncur jatuh ke bawah. Kemiskinan, pengangguran, dan tangisan rakyat pun semakin menjadi-jadi. Hal ini semakin diperparah dengan ulah para pemimpin yang seenak perutnya sendiri. Keterpurukan itu telah nampak dengan begitu jelasnya, terlebih dengan banyaknya kasus yang terungkap akhir-akhir ini. Mulai dari kasus Century, korupsi, mafia hukum, makelar kasus, dan perilaku-perilaku para pejabat yang sama sekali tidak pro rakyat alias hanya mementingkan diri. Lilitan hutang pada luar negeri semakin tinggi, sementara para pejabatnya justru lihai memungut uang rakyat untuk menutupinya, bahkan lihai mencurinya. Sumber daya alam hampir sebagian besar dikuasai asing, sedangkan negeri ini seolah-olah tak berhak sedikit pun merasakan kekayaan yang dimiliki. Ini namanya bukan kemerdekaan teman, tapi keterpurukan dan penjajahan atas bangsa kita. Ini namanya pembodohan besar-besaran. Sekarang, patutkah keadaan seperti ini terus dipertahankan??

Kesibukan bisa berbeda, tapi satu PR besar kita sebagai mahasiswa adalah membangkitkan negeri ini, mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi, melepaskan keterpurukan negeri ini akibat pembodohan dan penjajahan yang tak kunjung henti. Oleh karena itu, kita harus mau keluar dari rutinitas kita, kita harus bisa memperbaiki kondisi negeri ini. Ini tugas kita sepenuhnya! Tugas kita bersama! Tugas yang sama meniscayakan kita untuk bersama-sama mewujudkannya. Oleh karena itu, kesatuan visi dan misi adalah satu keniscayaan yang harus dimiliki. Terlebih kita adalah mahasiswa muslim yang diikat oleh satu akidah. Meskipun kesibukan berbeda, tetapi kita tetap layaknya satu tubuh yang tak terpisahkan satu sama lain, bagaikan satu bangunan yang saling mengokohkan. Rasul saw. bersabda:
Mukmin terhadap mukmin yang lain laksana satu bangunan yang saling memperkuat satu sama lain
(HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad, an-Nasai, at-Tirmidzi).

Oleh karena itu, saatnya mahasiswa muslim bersatu dan berjuang untuk memperbaiki bangsa ini dengan Islam, yaitu dengan menerapkan syariat-Nya secara kaffah untuk mengatur seluruh aspek kehidupan. Karena hanya dengan aturan-Nya hidup akan lebih baik, kemuliaan akan bisa teraih, kemerdekaan sejati akan bisa terwujud. Penerapan syariat Islam secara kaffah sejatinya adalah pembebas bagi Indonesia dan akan mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Dan penerapan Islam secara kaffah tidak akan pernah bisa terwujud tanpa adanya satu institusi yang menaunginya, yaitu institusi Daulah Khilafah Islamiyah ‘ala minhajjin nubuwwah(negara khilafah Islam yang sesuai metode kenabian). Allah memperingatkan kita agar selalu berpegang teguh pada aturan dan peringatan-Nya, tidak bermain-main dengan aturan dan peringatan tersebut, sebagaimana dalam firman-Nya:

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”( TQS. Thahaa[20] : 124)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s