The Greatest Idea: Khilafah Islam!!!


“All great historical ideas started as a utopian dream and ended with reality. Whether a particular idea remains as a utopian dream or becomes a reality depends on the number of people who believe in the ideal and their ability to act upon it.”

Sepertinya ungkapan itu menjadi ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bagaimana suatu ide/pemahaman berawal dan berakhir. Mungkin suatu hal yang sangat utopis(khayalan) jika saat ini kita begitu mendambakan berdirinya Daulah Khilafah Islamiyyah dengan segala bentuk perjuangan untuk mewujudkannya yang terkesan konyol di mata banyak orang, terlebih bagi mereka yang sama sekali tidak memahami arti penting terterapkannya syariah dalam institusi Daulah Khilafah Islamiyyah. Tak apalah, itulah ladang dakwah yang insyaAllah akan menjadi ladang ibadah bagi setiap orang yang menginginkan Islam dijadikan aturan dalam kehidupan.

Satu yang cukup menjadi perhatian kita(dan menjadi hal yang cukup menyedihkan) saat ini adalah banyaknya orang menganggap hidup ini cukup diatur sedemikian rupa adanya. Entah mau dengan syariat Islam, Demokrasi, ataupun sistem-sistem yang lain, bagi mereka yang tidak begitu peka terhadap masalah dan kerusakan yang ada tidak jadi masalah. Monggo kerso pemerintah, alias manut-manut wae pada pemerintah alias kita disuruh jadi orang yang serba nriman. Iya kalau berujung pada kesejahteraan, tapi yang ada justru penderitaan berkepanjangan.

Negeri ini sudah cukup kenyang dengan segenap bualan dan angan-angan panjang. Negeri ini juga sudah sering bergonta-ganti pemimpin dengan janji-janji kosongnya. Tapi sepertinya tak ada perubahan yang berarti. Kasus Century tak ada henti, rakyat terus-menerus dibodohi, muhasabah pada pemerintah pun tak ada yang peduli. Pertanyaannya, mau jadi apa negeri ini?? Hal ini semakin diperparah dengan tidak adanya peran nyata kaum intelektual untuk aktif memikirkan solusi tuntas pada masalah negeri ini. Bagaimana tidak, pasalnya saat ini mahasiswa yang notabene familiar dengan julukan kaum intelektualnya hanya sibuk mengurusi masalah organisasi yang tak jelas tujuan dan misinya, yang tak jelas arah perjuangannya. Aksi aksi dan aksi untuk suatu masalah yang sedang dihadapi negeri, tapi tanpa menawarkan solusi yang bisa menyelesaikan masalah dengan pasti. Berniat menampakkan kepedulian, tapi ujungnya justru menyusahkan( jangan bilang tidak tahu berita demo dan aksi mahasiswa yang berujung pada kerusuhan belaka!!! Euleuh2, apa kata dunia?!??!!).

Ada seseorang yang pernah memberi tahu saya kalau masalah negeri ini hanya satu. Dan solusinya pun hanya satu. Celakanya, saya terhipnotis dengan pemikiran orang itu. Katanya, “sebenarnya masalah keterpurukan di Indonesia dan negeri-negeri yang ada itu hanya satu. Solusinya juga cuma satu. ISLAM. Masalahnya, Negara dan rakyatnya udah jauh dari Islam(Al Qur’an dan As sunnah), dan solusinya ya hanya dengan kembali kepada keduanya”.

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”( TQS. Thahaa[20] : 124)

Kemiskinan, kelaparan, bencana alam, keterpurukan, kebodohan, pemimin seenak perutnya, rakyat tertelantarkan, penyakit hina semacam HIV/AIDS kian meningkat dan segudang kesempitan benar-benar sudah tampak begitu nyata. Sekarang mau apa??

Hanya satu yang bisa kita lakukan jika tidak mau tercebur dalam jurang keterpurukan yang lebih parah lagi. Hanya satu yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan kemuliaan dan kejayaan negeri ini. Hanya satu, yaitu NGOMONG!!! Ngomong kalau akar kerusakan negeri ini hanya ada satu, dan solusinya pun juga hanya satu, ngomong kalau kita sebagai orang yang berakal hanya layak mengambil sesuatu yang masuk akal, ngomong kalau sudah saatnya kita kembali pada Islam sebagai satu-satunya jalan hidup yang pantas dan layak untuk diambil. Ngomong, ngomong dan ngomong. Hanya itu!!! Semakin sering ngomong, semakin orang familiar dengan apa yang diomongkan. “apapun masalahnya, Islam solusinya!”(mirip iklan kan ya?!!?#$%)

Sekarang sudah bukan jamannya merasa aneh berbicara soal Islam. Bukan jamannya merasa aneh dengan solusi-solusi Islam. Justru malah aneh jika orang Islam enggan bicara soal Islam. Bukan begitu saudara-saudara?? Jawablah “iya” saja!!

Berdasarkan teori praktis tentang manusia, disebutkan bahwa manusia itu pada umumnya suka sesuatu yang pasti-pasti. Pertanyaannya, jika tegaknya Islam di muka bumi ini sebuah kepastian, maka apa yang masih diragukan?? Jika munculnya Daulah Khilafah Rasyidah yang kedua itu merupakan kepastian, kenapa masih bingung mau maju memperjuangkannya atau tidak?? Jika Islam itu sudah pasti bisa menjawab dan menyelesaikan berbagai masalah yang ada di negeri ini, kenapa masih mencari-cari solusi yang lain??

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (TQS. An Nur [24]: 55).

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”(TQS. An nisaa’ [4]: 65).

Sekarang, mungkin kebanyakan orang memandang memperjuangkan Islam itu merupakan hal tolol yang tak layak untuk dilakukan. Mungkin juga perjuangan untuk melanjutkan kehidupan Islam dalam satu institusi Daulah Khilafah dianggap sebatas mimpi di siang bolong. Tapi satu yang pasti, Khilafah akan berdiri menaungi semua negeri yang mana negeri tersebut membutuhkan kemuliaan dan kehormatannya kembali diakui. Ini semua hanya masalah waktu. Dan waktu itu sepenuhnya af’al nya Allah yang kita tak perlu merepotkannya.

Wal akhir, saya kutip lagi perkataan dari Perdana Menteri Yukio Hatoyama, “”All great historical ideas started as a utopian dream and ended with reality. Whether a particular idea remains as a utopian dream or becomes a reality depends on the number of people who believe in the ideal and their ability to act upon it.”

Semuanya berawal dari sesuatu yang dianggap mimpi, tapi pada akhirnya pasti akan menjadi kenyataan. Mimpi itu bisa jadi kenyataan ataukah hanya akan menjadi mimpi khayali, tergantung pada banyaknya orang yang meyakini apa yang diimpikannya dan kesanggupan untuk mewujudkannya. Dan untuk menguatkannya, ada bisyarah (kabar gembira) Rasulullah yang turut menguatkannya.
)

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan mengangkatnya jika Ia berkehendak menngangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam. (HR. Ahmad dan al-Bazar)

Wallahu ‘alam bi ash shawab.
(masa-masa mahasiswa adalah masa di mana kita getol-getolnya menyerukan kata “perubahan”. Dan saat ini adalah saat yang tepat untuk mewujudkan perubahan itu. Perubahan pada sesuatu yang jelas-jelas membangkitkan, pada sesuatu yang tidak sekedar angan-angan. Tidak lain hanyalah dengan menyerukan perubahan revolusioner membawa petikan “Lailaha ilallah muhammad ar rasulullaah”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s