Mulai Lelah dan Menyerah…


Ketika sebuah aktivitas mencapai suatu titik kejenuhan/kejumudan, terkadang sering merasa lelah dan capek sehingga ingin berhenti dari aktivitas tersebut. Tidak untuk masalah sepele, seperti kebiasaan sehari-hari nonton TV, ngrumpi, berdiam diri dll, kebiasaan yang lumayan berkelas, seperti halnya belajar/menuntut ilmu, bekerja (terlebih kerja kantoran. Kan keren dan berkelas…), ataupun yang dianggap cukup berat seperti halnya membangkitkan pemikiran orang lain (berdakwah-red).

Sebagai manusia normal, pasti pernah merasakan  satu titik kejenuhan pada aktivitas-aktivitas tertentu, termasuk yang  dinilai urgen semisal dakwah sekalipun. Tidak banyak orang memilih jalan ini, tapi juga tak banyak orang yang sudah terlanjur terjun , kemudian lantas  memilih meninggalkannya dan mengeksitasikan diri dari putarannya. Pada saat yang demikian(keadaan jumud-red), pikiran akan serasa kacau dan dibuat galau dengan beberapa pilihan yang terkadang bisa menyesatkan. Lebih jauh lagi ketika batu kerikil itu datang berwujud cobaan ataupun godaan yang sengaja ditiupkan setan pada hati dan pikiran. Masalah pribadi dan dakwah tidak jarang dicampur adukkan, masalah gharizah sering tak terkendalikan, cobaan kecil yang harusnya bisa diselesaikan sengaja dibesar-besarkan. Astghfirullah, itulah manusia…jika tidak sering diingatkan, maka entah apa jadinya…

Pada satu titik kejenuhan seseorang terhadap aktivitas super mulia ini, tak jarang terlintas dalam pikiran untuk meninggalkan sejenak(bahasa kerennya berhenti lah) dari aktivitas tersebut. Dan ini terjadi pada hampir tiap mereka yang mengaku sebagai pengemban dakwah, termasuk saya. Apa yang terjadi pada diri saya semoga bisa menjadi pelajaran berharga untuk semua, dan semoga tidak akan pernah terjadi pada yang lain.

Ketika dalam penat-penatnya, diri ini mencoba mancari-cari alasan untuk meninggalkan apa yang diwajibkan Allah Sang Pemilik Kehidupan. Terus menerus mencari dalil pembenaran untuk berhenti sejenak. Berharap ada satu “pencerahan” yang bisa membuat hati tenang dengan meninggalkannya. Tapi yang ada justru sebaliknya. Harapan itu kian musnah. Rasanya sangat capek, frustasi dan ingin marah. Apa yang terjadi justru bukan sesuatu yang diharapkan. Menjadi suatu hal yang berkebalikan. Hadist Rasulullah dari At tirmidzi terus menerus terngiang-ngiang dalam kepala hingga rasanya tak ada pilihan lain selain terus melakukannya. Selama masih ada usia, kesempatan, dan kekuatan.
“Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggamanNya. Sungguh kalian dihadapkan pada dua pilihan: Kalian melakukan amar ma’ruf nahiy munkar atau Allah akan mendatangkan siksaan secara umum, dan bila seorang yang paling alim di antara kalian berdoa, maka doanya tidak akan dikabulkan oleh Allah.” (HR. At-Tirmidzi).

Lalu akal ini kembali normal setelah melihat banyak fakta kerusakan yang ada di depan mata. Tangisan meluap sejadi-jadinya mengingat kebejatan Israel dibelakang ketiak Amerika beserta sekutu-sekutunya membunuh ribuan umat Islam di bumi Palestina, Iraq, Afganistan, dan beberapa Negara muslim lainnya. Sungguh, diri ini terkadang merasa penat, tapi tak sanggup jika melihat kelakuan musuh-musuh Islam yang teramat bejat. Benar-benar tidak sanggup!! Penyakit hati ini tak jarang muncul ke permukaan, mencoba mendominasi hati dan pikiran ketika melakukan suatu perbuatan. Merasa lebih dibanding yang lain, merasa berbuat lebih banyak dibanding yang lain, tapi ternyata semua itu belum ada apa-apanya. Teringat lagi ayat Al Qur’an yang berbunyi
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (TQS. Ash Shaff [61]: 10-11)
Tidak bisa dipungkiri, diri ini kadang-kadang iri melihat teman-teman yang lain tertawa lepas tanpa ada beban yang ada dalam pikiran. Tak perlu sibuk mikirin ini, tak perlu sibuk mikirin itu. Cukup fokus pada belajar, setelah itu lulus dapat nilai bagus, kerjaan mulus, lalu nikah. Simpel!! Itulah keinginan hati. Inginnya yang sipel-simpel, yang gampang-gampang, yang cepat memuaskan. Tapi lagi-lagi akal ini menjalankan fungsi dan tugasnya…mengarahkan apa yang sudah tidak sesuai dengan informasi yang didapat sebelumnya.
“Benarkah kamu mau yang seperti itu?? Lalu apa bedanya kamu dengan manusia yang lain? Di mana letak keistimewaan kamu dibanding manusia yang lain? Apa hebatnya jadi orang yang hidup berprinsip dangkal seperti itu?? Ingatlah, kamu hidup ini tidak sekedar hidup seperti layaknya hewan. Kamu adalah makhluk yang ditinggikan dengan potensi akal yang kamu punya. Lantas, kamu rela diperbudak dengan keinginan-keinginan sempit semacam itu?? Pikirkanlah….”
Dan sekarang, diri ini sudah lelah dan menyerah mencari celah untuk tidak turut berjuang meninggikan kalimatullah, mengembalikan kemuliaan Islam dengan syariah dalam naungan daulah Khilafah Islamiyah.

5 thoughts on “Mulai Lelah dan Menyerah…

  1. “Cukup fokus pada belajar, setelah itu lulus dapat nilai bagus, kerjaan mulus, lalu nikah. Simpel!! Itulah keinginan hati.”

    AMIN!!!

    “Benarkah kamu mau yang seperti itu??” iya sya mau!

    “Di mana letak keistimewaan kamu dibanding manusia yang lain?” Istimewanya adalah disaat banyak orng depresi dan terlalu njelimet mikirin hidup, eh ini malah ada yg simple, masih berharap bisa fokus pada belajar, setelah itu lulus dapat nilai bagus, kerjaan mulus, lalu nikah…, sungguh istimewa bukan?? knapa harus sebel?? apkah aktivis Islam ga bisa fokus pada belajar, setelah itu lulus dapat nilai bagus, kerjaan mulus, lalu nikah?? HARUS BISA DONG!!! ga lucu ukh aktivis Islam nilaine BC kabeh, lulus molor 3 semester dsb dsb dsb…, haiyo.., ckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s