Is it true that life is hard??


Bismillahirrahmanirrahiim…

Saya persembahkan tulisan sederhana ini untuk teman-teman saya yang saat ini sedang terlena dengan kehidupannya, untuk kalian yang saat ini tengah berada dalam kejumudan dan kepenatan dalam menjalani kesibukan sehari-hari. Entah itu sekedar kesibukan yang dibuat-buat sendiri ataupun kesibukan yang dibuat oleh orang lain. Untuk yang saat ini merasa hampir putus asa menjalani takdirnya, merasa tak ada jalan keluar bagi masalahnya, bahkan yang saat ini sedang putus cinta ataupun tengah mengejar-ngejar orang yang dicintainya(astaghfirullah, semoga segera diberi petunjuk oleh Yang Maha Kuasa), janganlah berputus asa dalam menjalani hidup ini. Hidup ini begitu tidak pantas untuk disesali, pun hingga ditangisi. “…janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir.” Itu merupakan salah satu kutipan sajak indah yang dikirim langsung oleh Sang Pemilik Kehidupan kepada pemain kehidupan dalam surat Yusuf ayat 87. Jangan biarkan air mata berhargamu menetes karena masalah sepele dalam kehidupan yang singkat ini. Kehidupan yang kita sendiri tak dapat memprediksi akan bertahan sampai berapa lama.

HIDUP INI KERAS

Kata orang “life is hard”. Hidup ini keras! Sekeras terpaan ombak terhadap batu karang di tepi lautan luas, sekeras terpaan badai di tengah ladang gandum, sekeras terpaan hujan lebat terhadap pohon kecil yang sedang tumbuh, dan sekeras ujian seseorang ketika kehilangan orang yang dicintainya. Begitulah hidup, sangat keras bagi kebanyakan orang.

Hidup ini keras! Orang –orang harus banting tulang demi mendapatkan lembaran uang, harus pelit demi ngirit duit, bahkan rela tak tidur untuk mengais sejumlah rupiah meski harus bertempat di negeri antah berantah. Orang harus jungkir balik demi sebuah penghidupan yang dianggap layak. Kaki jadi kepala, kepala jadi kaki pun tak peduli demi sesuap nasi dan sepotong roti untuk menyambut datangnya esok hari. Yang penting perut terisi, menyenangkan anak istri, memenuhi kriteria sang calon istri, meningkatkan derajat diri di mata anak negeri, bahkan tak jarang sekedar memenuhi besarnya gengsi. Meski harus menggadai harga diri dengan korupsi, kolusi, mencuri ataupun menjual diri kadang tak peduli. Meski harus dicaci, tak dihargai, tiap hari diberi instruksi, tetap tak peduli. Toh hidup bagi kebanyakan orang memang sudah normalnya seperti yang sedang mereka alami dan jalani. Yah, itulah hidup yang katanya sangat keras..terlebih di zaman yang menurut kebanyakan orang ini segala sesuatunya serba bersangkutan dengan kata “globalisasi”. Sungguh sebuah ironi tersendiri bagi negeri ini!!!

Hidup ini serba keras!! Di satu sisi kehidupan banyak anak terlantar, putus sekolah, menangis kelaparan, menangis mencari orang tua yang entah berada di mana, mengangkat kedua tangan untuk bisa mendapat sebungkus makanan, mengharap belas kasian dari para pengguna jalan ataupun pemilik restauran. Hidup yang harus dijalani terasa sesak. Ketika sehari tak dapat apa-apa, mereka hanya diam membisu kemudian merangkul teman yang ada di sampingnya sambil menyunggingkan senyum kecil. Entah itu sebagai tanda ketegaran ataukah untuk menutupi semua kepahitan yang tengah dirasakan. Entah senyum untuk membendung tangisan ataukah senyum karena mereka anggap semuanya adalah bentuk dari sebuah ketololan.

Sedang kalau kita melihat sisi kehidupan yang lain, tak jarang para remaja mengumbar nafsunya, memamerkan kemolekan dan keindahan tubuhnya, menikmati kekayaannya, melampiaskan kemarahannya pada siapa saja, menghina yang papa, bahkan menganggap bahwa hidup ini sangat sayang kalau dilewatkan begitu saja tanpa foya-foya. Lagi-lagi ironis!! Naudzubillahi mindzalik…

Hidup….keras sekali. Tak jarang orang mau menggadaikan seluruh waktu dan tenaga untuk kehidupannya. Berangkat pagi-pulang malam. Esoknya berangkat lagi, pulang malam lagi, begitu seterusnya hingga seolah-olah hidup bagai terkungkung dalam kesibukan duniawi yang sebenarnya kita sendiri tak tahu lamanya secara pasti. Tidak jauh beda dengan para remaja masa kini yang berprinsip “sekolah-kuliah-kerja-nikah-hidup dengan suami/istri dan anak secara mewah”. Diakui atau tidak, hidup kebanyakan orang hanya muter –muter bak kipas angin yang terprogram oleh pemiliknya. Energi terkuras habis untuk optimalisasi kehidupan esok hari, katanya biar anak cucu tidak mimiliki nasib yang sama dengan dari saat ini, bla bla bla, dan bla bla bla…semuanya untuk hidup.

How is the price of this life??

Pertanyaan yang layak diajukan sekarang adalah,,berapa harganya hidup?? Seratus ribu, satu juta, satu milyar, satu triliun?? Semurah itu?? Coba kita lihat perumpaman hidup yang berasal dari sang ahli retorika dunia,

“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat?” (HR Muslim).

Rasulullah SAW. mengibaratkan kehidupan ini hanya sebatas tetesan air laut yang terjatuh dari jari telunjuk setelah dicelupkan ke dalam lautan. Sangat sedikit. Tidak ada apa-apanya. Sama sekali tidak ada apa-apanya!! Hadist Beliau menunjukkan bahwa sebenarnya kehidupan di dunia ini sama sekali tidak berharga jika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat. Seseorang yang hanya berorientasi pada kehidupan dunianya, maka dia akan mendapatkan sebatas apa yang diusahakan di dunia. Tetapi kalau seseorang berorientasi pada kehidupan akhiratnya, maka dia akan mendapatkan kedua-duanya. Masih bangga dengan mengejar-ngejar kehidupan dunia?? Maka silakan menertawakan ketololan dan kebodohan diri Anda, karena rasa capek dan lelah pengorbanan Anda hanya akan terbalas di dunia saja, sedangkan di akhirat masih dalam bentuk tanda tanya. Life is choice, teman.

Kita perhatikan dalam hadist berikutnya, Rasulullah bersabda, “Kehidupan dunia adalah penjara bagi seorang mukmin dan surga bagi seorang kafir.” (HR. Muslim)

Seseorang yang hidup di penjara tak akan pernah mau selamanya hidup di sana. Dia akan sangat merindukan rumahnya, merindukan pertemuan dengan keluarganya, dan orang-orang yang mencintainya. Inilah gambaran seorang mukmin. Dia akan sangat merindukan perjumpaan dengan kekasih sejatinya, yaitu Allah dan RasulNya. Dia sangat merindukan tempat kembalinya yang bernama surga. Surga yang indahnya tak cukup diungkapkan dengan kata-kata, tak dapat dibayangkan oleh otak manusia!!

Rasulullah bersabda, “ Allah Swt. berkata, “ Aku telah siapkan bagi hambaKu yang shalih sesuatu yang belum dilihat mata, belum didengar, dan belum terlintas pada hati manusia.” ( Muttafaq ‘alaih).

What we believe is something that haven’t been seen by eyes, haven’t been heard by ears, even haven’t been glanced in the heart. And we’ll go to the distance we miss so much.

…i’ll be there someday
i can go the distance
i will find my way
if i can be strong
i know every mile
will be worth my while
when i go the distance
i’ll be right where i belong…
[Go to distance, by Michael Bolton]

Seseorang yang dipenjara sangat terbatas ruang geraknya. Dia tidak bebas melakukan apapun, selalu merasa diawasi oleh penjaga penjara. Dia akan senantiasa mengingat dosa-dosa yang pernah dilakukan. Begitulah perumpamaan seorang mukmin. Seorang mukmin menangis di dunia karena takut akan nasib di kehidupan selanjutnya. Seorang mukmin menangis bukan karena takdirnya. Seorang mukmin tidak akan menangis karena sesaknya kehidupan di dunia, tapi dia menangis karena teringat dosa-dosa yang pernah dilakukannya. Menangis karena merindukan surgaNya, dan dia akan memperjuangkannya. Memperjuangkan kemenangan atas dienNya, no matter how suffer he/she will be. “…but to look beyond the glory is the hardest part…”(Michael Bolton, go to distance).

How long will we be in this life??

Berapa lama hidup manusia?? Manusia hidup di dunia ibarat seseorang yang sedang melakukan perjalanan.

Sebagaimana dalam hadist Rasulullah SAW.,
“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sedang musafir.” (HR. Bukhari)

Dengan kata lain, dunia adalah masa perantauan, sedangkan manusia sebagai musafirnya. Lalu, berapa masa perantauan manusia??

Dalam surat cintaNya, Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab:
“Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari,maka tanyakanlah kepada (malaikat) yang menghitung. Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (TQS al-Mu’minuun [23] : 112-114)

Dalam isi surat cintaNya yang lain, Allah berfirman, “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.” (an-Naazi’aat [79] : 46)

“Untuk apa dunia itu bagiku? Aku di dunia tidak lebih dari seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya” (HR. At-tirmidzi).

Semua itu merupakan pengibaratan bagi masa perantauan manusia di dunia. Masa hidup manusia. Sangat pendek. Seperti satu kedipan mata saja. Dan setiap perantauan akan selalu ada ujungnya. Akan ada masa manusia berhenti dari perantauannya. Kemudian setelah masa perantauan itu telah berhenti(usai), maka akan datang yang namanya kematian. Sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an,

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (TQS al Anbiya [21] : 35).

“Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).” (TQS Yunus (10) : 49)

Kematian ini datangnya bisa kapan saja. Sang ajal tak pernah menunggu kesiapan manusia untuk membawa jiwanya.

Masihkah diri berorientasi pada urusan duniawi?? Masihkah diri disibukkan dengan urusan duniawi yang tak bermakna untuk kehidupan ukhrawi?? Masihkah diri sombong dengan semua ayat-ayat yang datang dari Illahi?? Tanyakan pada pikiran dan hati nurani….

Semoga kita semua tidak termasuk dalam orang-orang yang lalai….amin3….

Abdillah, Meyra…

2 thoughts on “Is it true that life is hard??

  1. jika kau lunak pada kehidupan maka kehidupan akan berlaku keras terhadapmu..,

    jika kau keras terhadap kehidupan maka kehidupan akan bersikap lunak terhadpmu..,

    pilih yg mana ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s