Tiap orang berpotensi untuk membuat salah dan berbuat salah. Lumrah, karena manusia toh cuma makhluk yang dalam penciptaannya tak pernah disematkan kata “SEMPURNA”. Hanya teori saja yang menyebutkan manusia itu sempurna. Yah, setidaknya sempurna jika disandingkan dengan makhluk selainnya. Genderuwo, kuntilanak, Pocong apalagi.
Salah dan membuat salah seakan tak pernah lepas dari seorang manusia. Tak jarang kesalahan, kealpaan kita membuat orang lain merasa ilfeel (ilang feeling) pada kita. Terkadang juga ada yang awalnya cinta jadi benci setengah mati karena satu kesalahan kecil yang telah dilakukan. Dan memaafkan itu teramat susah-setidaknya bagi saya. Memberi maaf sama halnya kita memberikan satu ruang kecil dalam zona kebencian kita yang membuncah, menggunung Galunggung. Setidaknya saya pernah mengalaminya, kamu pun saya rasa juga sering mengalaminya. Tapi apa salahnya jika kita mencoba memberikan ruang kecil pada hati kita? Apakah sama halnya kita memberikan setitik nila bagi penjajahan atas kontra kebencian, kerelaan untuk melupakan? Ah, tidak serumit itu!-bingung yah?? Hanya saya yang mampu memahaminya. Hehe..
Memaafkan itu teramat susah, dan mencoba melupakan kesakitan karena sebuah kealpaan yang sudah dilakukan adalah susah. Lalu,
Bagi yang merasa tersakiti atas apa yang saya lakukan…”saya minta maaf”.
Kalaupun sangat susah untuk mengatakan “tidak apa, lupakan”, ganti dengan makian…mungkin itu akan sedikit melegakan..
salam kawan,

