Category Archives: Puitis dikit

Para Bidadari

Ketika negeri diliputi kelam
Karena meraja kezaliman
Manusia lemah,
Semakin berjatuhan.
Tanpa daya menghentak himpitan

Kala negeri, diselimuti hitam
Karena berkuasa kemaksiatan
Manusia senang, berlaku liar
Tanpa takut dosa di ingatan
Continue reading


Alert!!

Kepicikan ini terus membuntuti, menghantui dalam diri tatkala ingin merajai kebusukan yang tengah terjadi dengan satu konsep keteraturan yang menancap di pikiran ini, memberontak tatkala melihat kemungkaran yang meraja lela. Namun, setan menggoda, menyelinap masuk ke dalam mental teri bawaan orok. Tiba-tiba tak punya nyali untuk membenturkan pemahaman yang ada di kepala.
Continue reading


Rindu yang Menyebalkan

Aku merindukanmu entah pada bagian menyebalkanmu yang mana. Harusnya aku tak menyimpan semua kenanganku denganmu, saat-saat menderita pun saat-saat indah yang kulalui bersamamu dalam satu tempat yang mudah kujangkau. Di leptop bututku!! Sengaja, atau memang sangat berat untuk menghapus semua memori kecil ini. Menyebalkan, menyakitkan, tapi begitu berat untuk kuhapuskan…

Mungkin kamu g tahu, bahkan sudah g mau tahu. Tapi aku selalu melirik memori itu di saat-saat senggangku. Kurang kerjaan!! Harusnya aku bisa menghabiskan buku meski cuma selembar dua lembar, tapi itupun juga tak kulakukan. Aku justru memandangimu yang selalu saja memasang wajah innocent di hadapanku. Kau tahu, kamu sangat menyebalkan!!!! Menjengkelkan!!

Hapus… enggak….hapus…enggak…hapus…enggak…

Ah, mirip orang yang baru diputus cowok. Emang aku separah itu??
Tidak lah…menggeram aku dibuatnya. Kamu,…. kalian selalu mengusik pikiranku…rindu ingin bersua, bercengkrama, berdebat, melakukan keusilan-keusilan, memporak porandakan kamar, melakukan sesuatu yang g penting, naik gunung yang selalu membuat mulutku manyun sepanjang perjalanan, menangis (bukankah ini yang selalu membuat kisah kita selalu nampak romantis, heroic, dan agak-agak gimana gitu?hehe…)..dan semua kerinduan ini sangat menyebalkan…akan terus menjadi rindu yang menyebalkan!! Bukankah rindu itu menyakitkan, menggelisahkan, dan mengkhawatirkan?? Apakah kamu merasakan hal yang sama??

—Mengenang masa-masa indah di Malang, tempat di mana aku merasa menjadi yang dituakan, diperhatikan, diberi kasih sayang berlimpah oleh seseorang, diberi kasih sayang oleh orang-orang yang bisa kukatakan baru kukenal, tampat di mana aku merasakan perjuangan yang begitu menguras tenaga, pikiran, dan emosiku untuk satu cita-cita kecilku hingga proses pendewasaanku. Tempat yang bisa kupastikan menjadi tujuan ziarahku entah berapa tahun yang akan datang—

Rindu yang Menyebalkan….kapan bisa ke Malaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnngggggggg!!!!!???!!!!!


Maaf

Tiap orang berpotensi untuk membuat salah dan berbuat salah. Lumrah, karena manusia toh cuma makhluk yang dalam penciptaannya tak pernah disematkan kata “SEMPURNA”. Hanya teori saja yang menyebutkan manusia itu sempurna. Yah, setidaknya sempurna jika disandingkan dengan makhluk selainnya. Genderuwo, kuntilanak, Pocong apalagi.

Salah dan membuat salah seakan tak pernah lepas dari seorang manusia. Tak jarang kesalahan, kealpaan kita membuat orang lain merasa ilfeel (ilang feeling) pada kita. Terkadang juga ada yang awalnya cinta jadi benci setengah mati karena satu kesalahan kecil yang telah dilakukan. Dan memaafkan itu teramat susah-setidaknya bagi saya. Memberi maaf sama halnya kita memberikan satu ruang kecil dalam zona kebencian kita yang membuncah, menggunung Galunggung. Setidaknya saya pernah mengalaminya, kamu pun saya rasa juga sering mengalaminya. Tapi apa salahnya jika kita mencoba memberikan ruang kecil pada hati kita? Apakah sama halnya kita memberikan setitik nila bagi penjajahan atas kontra kebencian, kerelaan untuk melupakan? Ah, tidak serumit itu!-bingung yah?? Hanya saya yang mampu memahaminya. Hehe..

Memaafkan itu teramat susah, dan mencoba melupakan kesakitan karena sebuah kealpaan yang sudah dilakukan adalah susah. Lalu,

Bagi yang merasa tersakiti atas apa yang saya lakukan…”saya minta maaf”.
Kalaupun sangat susah untuk mengatakan “tidak apa, lupakan”, ganti dengan makian…mungkin itu akan sedikit melegakan..

salam kawan,


Karena Cinta Begitu Istimewa..

Hmmm…saya tergelitik sama komentar seseorang dalam sebuah catatan sederhana berjudul “Aku ingin”. Komentar sederhana atas kalimat sederhana bertemakan cinta. Kurang lebih isi komentarnya seperti ini,
Continue reading


Kehilangan dan Kegirangan

Menghilang, dihilangkan, kehilangan dan menghilangkan adalah suatu hal yang wajar dalam kehidupan. Saya sangat memaklumi hal ini. Baru saja saya menuliskan dalam salah satu situs jejaring social yang isinya kurang lebih hampir sama dengan statemen pertama saya, eh tiba2 saya mengalaminya. Eits,,, yang mana dulu? Menghilang, dihilangkan atau menghilangkan?? Nanti ambil saja kesimpulannya sendiri. Yang pasti, saya sudah mencoba untuk mengikhlaskan apa yang baru saja hilang dari dekapan saya.
Continue reading


The Unforgetable; Memori 4 sekawan

Lupa sama teman-teman yang dulu pernah mengisi memori otak saya?? Owh, sama sekali tidak. Saya masih ingat benar bagaimana karakter-karakter mereka. Ya, mungkin g semuanya dan secara detail, tapi yang pasti saya masih ingat. Haha, dasar Phiud!! Awas saja kalau sampai kita ketemu. Ingin sekali saya memukul kepalamu dengan buku tebal, atau memaki-maki karena ketololanmu. (tebak aja ini teman kita yang mana ^_^). Gara-gara dia, saya jadi pengen nulis. But, thanks, Bro!! meski kamu sangat menjengkelkan, tapi mungkin terkadang apa yang kamu katakan ada yang benar(jangan Ge-Er dulu, yang benar mungkin hanya beberapa. Tapi kamu masih kalah argument dengan temanmu yang satu ini. Haha ..damai2!!!) Continue reading


terkurung dalam dunia perkuliahan…:”(

asthgfirullahn 1000x

hoahm…..
rasanya merindukan kasur tercinta…
tapi….itu semua tidak ada artinya apa-apa dibandingkan dengan diskusi keIslaman dengan teman-teman.
diskusi yang perlahan-lahan mulai berkurang karena semuanya terkurung dalam dunianya masing-masing, terkurung dalam dunia perkuliahan…
TUGAS< TUGAS

Waktu seakan-akan berlalu laksana awan yang tertiup angin..sangat cepat.
Tak terduga sibuknya hari-hariku dengan dunia perkuliahan sampai melenakanku…
tak melakukan apapun selain berkutat dengan tugas..
tak menghiraukan masalah-masalah yang ada di sekitarku karena saking sibuknya..
(Ayolah, jangan mengkambinghitamkan yang lain..
introspeksi diri!!)

parahnya….apa yang aku lakukan itu tidak lain dan tidak bukan ,HANYA UNTUK DIRIKU SENDIRI, UNTUK KEPENTINGANKU!!! Bukan untuk umat!!

Siapa aku ini?? Aktivis?? Aktivis yang melulu sibuk sama urusan pribadi??
Bagaimana mau membangkitkan umat yang selama ini terlelap dalam tidurnya kalau kamu terus-terusan memikirkan diri?

Ketakutanku yang dulu selalu menghantuiku akhirnya terjadi, aku lalai. Astghfirullah…
Ya Allah, mohon ampun aku..
jaga diri ini dari segala godaan,
kuatkan hamba dengan ujian yang kau berikan,
bimbinglah hamba selalu agar tetap berada dalam jalanMu,
karena diri ini sangat lemah,
tak berdaya tanpaMu,
tak ada artinya tanpa petunjuk dan rahmatMu

Ayolah semangat,,,,


untuk teman-temanku, sahabatku….I miss U

Barangsiapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata, “semoga Allah mengabulkan, dan bagimu semoga mendapat yang sepadan”. (HR. Muslim)

Hadist itu sekilas mungkin seperti hadist-hadist yang lainnya, terkesan biasa. Tapi bagiku sangat luar biasa, teman!!! Dari hadist singkat ini, aku mulai berpikir dan mencoba mengingat-ingat kembali,,,kira-kira selama aku bebas menghirup udara di dunia ini, tertawa menangis dengan semua kisah yang kujalani sampai umurku sedewasa ini, hidup bersamamu dengan semua tingkah dan perkataanku yang belum tentu kamu sukai, APAKAH AKU SERING MENDOAKANMU??? ATAU JANGAN-JANGAN AKU JUSTRU TIDAK PERNAH MENDOAKANMU?/?@@!?? Hal sepele, amat sangat sepele!!! Tapi amat sering kulupakan.
Continue reading


Ya Allah,,,dengarlah doaku…

Ya Allah…
Rabb semesta alam dan seisinya
jadikan apa-apa yang ada padaku bermanfaat tidak hanya untukku, tapi juga untukMu dan agamaMu…
Jadikan sisa hidup ini masa yang penuh berkah karena pengabdianku padaMu.

Ya Allah ya kariim…
Jadikan otak yang Engkau anugerahkan padaku ini hanya untuk memikirkanMu dan urusan agamaMu..
Jadikan hati yang berharga ini lebih berharga karena selalu merasa tenang dan teduh ketika otak ini mengingatMu.
Jadikan kedua kaki ini terasa ringan setiap hati berniat dan berazzam untuk melangkah di jalanMu.
Jadikan kedua tangan ini lebih bernilai dengan banyak memegang mushafMu…
Jadikan mata ini selalu tertuju pada apa-apa yang bisa menambah rasa kagum dan syukurku padaMu.
Jadikan telinga ini selalu peka pada ayat-ayatMU.
Jadikan mulut ini selalu mengeluarkan kata-kata bijak yang bisa mengingatkan orang lain akan kebesaran dan keEsaanMu.

Ya Allah ya kariim…
Jadikan bahagia dan nikmat yang Kau berikan senantiasa membuatku banyak bersyukur padaMu..
Jadikan sedih dan lara selalu membuatku jauh lebih dewasa dan bijak dalam menjalani hidup ini…

Ya Allah…
Engkaulah penggenggam hidup ini…
Engkaulah yang tahu dengan siapa kelak saya menjalani dan menghabiskan sisa hidup ini…
maka pertemukan hamba dengan seseorang yang merindukan kembalinya kemenangan Islam di BumiMu ini…
seseorang yang memperjuangkan tegaknya kembali Daulah Khilafah Rasyidah yang kedua.

Mohon dengar dan kabulkanlah doa seorang hamba yang hina ini, ya Robb..
Amin3 ya robbal alamin..


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.