Category Archives: Politics

Justice And Sacrifice

Keadilan di era saat ini begitu abstrak. Sederhananya, keadilan yang nyata itu tidak benar –benar ada, tak bisa digapai, bahkan bagaikan suatu utopia abadi bagi orang-orang yang tak berdaya dan tak berkuasa. Iya? Hmm hmm Hmm, Iya, bukan? Jawablah, kawan!

Awas Barang kramat!!

Ingatlah, ketika agama di anak tirikan, selamanya kehidupan akan berantakan. Inilah pangkal masalah utopia keadilan di semua Negara. Pertama, dalam ranah individu, ketika agama dilupakan, maka kesewenang-wenangan akan mudah dilakukan, kejahatan akan sangat mudah dijalankan, apalagi ketika ada kesempatan.

Kedua, dalam ranah social kemasyarakatan, ketika norma agama tidak diutamakan, maka kedzaliman dan penindasan terhadap keadilan akan mudah diwajarkan(ditolerir-red). Ketika keadilan sudah dianggap semakin jauh dari kenyataan, maka masyarakatpun akan semakin menganggap bahwa keadilan itu hanya omong kosong belaka. Efeknya, muncullah kelompok seeking justice [1] yang suka main hakim sendiri, tak peduli lagi apakah tindakannya benar atau sebaliknya, prinsip mereka : keadilan harus ditegakkan, tak peduli jika itu harus memakan korban!

Ketiga, penindasan terhadap keadilan akan lebih mudah dengan tidak tegasnya peran Negara dalam mengatasi pihak-pihak yang “haus darah”, buta norma, dan gila kuasa. Karena kata orang gila ini, “Saya bisa membeli semuanya, bahkan kepala Negara sekalipun. There is nothing justice, but there is money as a power can buy justice, and works by transforming a wrong thing into a right thing”  [2]

Di sinilah berperannya Negara. Ia menjaga sekaligus memaksa. Dan, tatkala Negara tak punya agama sebagai landasan penjagaannya, maka ia sama halnya penjara yang hanya akan menghasilkan orang-orang yang gampang “bringas” dan terkesan tak waras [3]. Tak heran jika Imam Ghazali menuliskan:

Maka kekuasaan dan agama adalah saudara kembar. Agama adalah pondasi/pokok-nya (ushul) sedangkan penguasa adalah penjaganya. dan apa2 yang tidak ada pondasinya maka dia akan runtuh sedangkan apa2 yang tidak memiliki penjaga maka dia akan lenyap

tidak seperti ini penggambaran yang sebenarnya :)

Jadi, bagi orang-orang yang menginginkan keadilan dan kebenaran tegak kembali di dunia, maka kembalikan keberadaan agama di tengah-tengah kehidupan manusia. Kembalikan Islam sebagai satu-satunya agama dan aturan yang layak menjadi landasan interaksi antar manusia, menghapuskan segala bentuk manipulasi keadilan dan penghambaan manusia terhadap manusia lainnya melalui kekuasaan dan uangnya.

Susah? Memang! Namun apalah artinya susah yang sementara dibandingkan dengan balasan kebahagiaan yang Ia janjikan atas tegaknya Dinul Haq-Nya? Sometimes, we need to sacrifice something for the right path, and it seems to be. So, we have to sacrifice a thing we have.

Salam revolusi keadilan dan kebenaran!

___________

Note:

[1] Kelompok Seeking justice  adalah sebutan bagi orang-orang yang  “tidak terima” atas ketidak adilan yang dilakukan oleh seseorang/ oknum tertetu. Biasanya tindakan yang dilakukan adalah tindakan anarkis dan menjurus pada tindakan penyiksaan hingga pembunuhan pada target sasaran.

[2] Kata-kata ini terinspirasi dari sebuah serial drama politik bergenre comedy berjudul  “King 2 Heart”

[3] Tak waras yang penulis maksdukan adalah tak sewajarnya dilakukan oleh manusia yang masih menggunakan akal sehatnya dengan standar kebenaran tertentu. Orang-orang yang tak waras bisa langsung dinisbahkan pada mereka yang suka korupsi, ke tempat prostitusi, kolusi, dan mengkhianati rakyat sendiri.


The More I Know, The More I Hate

It will be better if we don’t see each other.
Because, the more I know you, the more I hate you, the more I fed you up, the more I wanna throw you.
The first time I knew you, I had felt that you’re the ideal one, the best one among the others. But, now I know you’re the scariest one,

Belajar melankolis ternyata sangat gampang. Dengan melihat status-status dan melihat film romantis saja saya sudah bisa melakukannya. Hehe..
Continue reading


Diorama Gayus Tambunan

Andai ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya pasti bisa terpenuhi.
Lucunya di negeri ini,
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan..

Continue reading


Koalisi & Reshuffle: Sebuah Pembohongan Publik

Suhu politik nasional cukup panas, tentu ini tidak menyelimuti rakyat kebanyakan melainkan hanya dirasakan kelompok dan elit tertentu terutama para pejabat dan petinggi parpol tertentu. Yang menjadi salah satu pemicunya adalah keterusterangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan adanya dua partai politik yang bergabung dalam koalisi melanggar komitmen koalisi. Dan menurutnya dalam jumpa pers di kantor kepresidenan, parpol semacam ini tidak bisa dipertahankan lagi dalam koalisi dan layak untuk mendapatkan sanksi (2/3/2011).koalisi partai Continue reading


Lupakan Revolusi!!

Banyak orang beranggapan bahwa saat ini revolusi terjadi di Tunisia, Mesir, Yaman, Yordan dan sebagian wilayah Timur Tengah. Gejolak yang terjadi beberapa waktu yang lalu setidaknya menjadi saksi dan bukti bahwa memang terjadi pergolakan politik di wilayah tersebut. Oke, saya ingin menghapus kata revolusi dan fokus pada beberapa hal terlebih dahulu. Saya tegaskan: Lupakan dulu tentang revolusi! Saya yang menulis, saya yang punya otoritas apa dan bagaimana saya menulis. Selebih dan sekurangnya silakan dikritik belakangan..:) Continue reading


War Of Contemplation

Jika membaca cepat, kamu bisa jadi berkesimpulan saya bejat, namun jika sebaliknya kamu bisa menganggap saya orang bijak. Bacalah sesuai dengan style kamu, dengan posisi yang kamu anggap menyenangkan. Saya sangat menyarankanmu untuk tidak membaca ini ketika kamu sedang jongkok di toilet. Karena saya yakin itu sangat mengganggu pemandangan, ke-comfort-an, dan konsentrasi!Perang itu wajar dan selalu terjadi di dalam diri setiap manusia!!
Continue reading


Omong Kosong Nasionalisme

Di tengah hebohnya jagad perbolaan di negara kita melalui aksi-aksi yang diperlihatkan oleh Gonzales, Bambang Pamungkas, Irfan Bachdim dan teman-temannya dalam AFF kemarin, siapa yang mengira bahwa di bagian bumi yang lain, puluhan nyawa manusia melayang oleh tangan-tangan Amerika. Lagi-lagi Amerika! Si jagoan pengecut yang kerjaannya hanya ngomong kosong. Tanggal 27 Desember 2010 lalu, tepat dua hari sebelum final kedua AFF di GBK, serangan pesawat tanpa awak tengah dilayangkan AS ke daerah Wirizistan, Pakistan. Tiga serangan dalam satu hari tersebut berhasil merenggut 25 nyawa. Luar biasa ganasnya? Iya, memang begitulah adanya Amerika. Berita ini hasil pengintipan saya di situs http://id.news.yahoo.com/lptn/20101228/twl-puluhan-orang-tewas-diserang-pesawat-7dafc38.html. mau disimak, silakan… Berita ini ketinggalan dan membosankan? Ah, jika saya yang menulis rasa-rasanya akan jauh berbeda. Continue reading


Gayus Loe!!

“Gayus lu!!”, ejek seseorang berdialek kental Betawi dengan kesal. Sepertinya dia merasa dikibuli sama temennya.
“maksud ente??”
“lu ngibuli gue. kan sama aja gue lu gayusin”
“ hehe, bisa aja. Lumayan juga istilah ente. Ane baru denger. Ngibuli gimana tadi?? Ane kagak ngarti”, si anak berdialek arab pura-pura o’on atau emang lagi bener-bener o’on.
Continue reading


Obama tidak jadi Nostalgia ke Indonesia??? SEMOGA!!

Presiden AS paling fenomenal, Barrack Hussein Obama, pasalnya menunda kedatangannya ke Indonesia dengan alasan bahwa dia harus menyelesaikan refisi UU Kesehatan yang notabene hal tersebut termasuk dalam kategori program kerja jangka pendeknya. Apakah penundaannya hanya sekedar karena hal itu atau ada sesuatu yang lain?? Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.